Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KKB Papua

Anak Buah Komandan KKB Papua Diusir Warga Usai Tembak Mati Seorang Anak, Ancam Bunuh Pejabat Puncak

Oknum KKB Papua diusir warga usai membunuh anak kepala suku. Tak tobat, kembali lontarkan ancaman terhadap pemerintah dan pejabat.

Editor: Frandi Piring
via Tribun Papua/handout
Ilustrasi. Anggota KKB Papua Diusir Warga Usai Tembak Mati Seorang Anak. Ancam Bunuh Pejabat Puncak. 

Ancaman pembunuhan itu dilontarkannya berselang sehari setelah Kalenak Murib membunuh anak seorang kepala suku di daerah itu.

Seakan menunjukkan kehebatannya, Kalenak Murib juga menyatakan akan menembak mati para aparatur sipil negara (ASN) di daerah itu.

"Saya akan menembak mati semua ASN di Kabupaten Puncak," ancam Kalenak Murib sebagaimana yang beredar dalam video viral tersebut.

"Saya juga akan menembak mati bupati kalau tidak mendukung perjuangan Papua merdeka," ucap Kalenak Murib sebagaimana yang terungkap dalam video tersebut.

Tatkala, ancaman ke Bupati Willem Wandik itu beredar luas, Politisi Partai Demokrat itu pun angkat bicara.

Willem Wandik menyatakan, KKB di Papua merupakan gerombolan yang hanya mengatasnamakan kemerdekaan Papua untuk memuluskan tindakannya.

Sebab, katanya, saat ini KKB Papua bukan lagi organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Papua sebagaimana yang didengungkan selama ini.

KKB telah dijadikan sebagai wadah untuk melakukan berbagai tindakan kriminal dengan mengatasnamakan Papua Merdeka.

Dengan demikian, Willem Wandik meminta aparat TNI Polri agar lebih tegas memberikan tindakan kepada kelompok tersebut.

Pernyataan Willem Wandik itu ternyata bukan tanpa dasar. Ia mengungkapkan itu setelah bertemu Nikolas Hababa, ayahanda dari korban tembakan.

Kepada Bupati Willem Wandik, keluarga korban menyatakan bahwa Nikolas Hababa telah mengusir Kalenak Murib keluar dari kampung tersebut.

"Ko keluar dari sini," ucap Willem Wandik mengulangi pernyataan Nikolas Hababa saat menghardik Kelenak Murib.

"Biar kami keluar semua dari sini, supaya ko yang tinggal sendiri di sini," tambah Willem Wandik menirukan ucapan Nikolas Hababa.

Menurutnya, saat ini KKB tak lagi berjuang murni untuk Papua Merdeka.

Arah perjuangannya sudah dikotori oleh kepentingan sesaat para anggota yang membaur dalam wadah tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved