Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KKB Papua

Anak Buah Komandan KKB Papua Diusir Warga Usai Tembak Mati Seorang Anak, Ancam Bunuh Pejabat Puncak

Oknum KKB Papua diusir warga usai membunuh anak kepala suku. Tak tobat, kembali lontarkan ancaman terhadap pemerintah dan pejabat.

Editor: Frandi Piring
via Tribun Papua/handout
Ilustrasi. Anggota KKB Papua Diusir Warga Usai Tembak Mati Seorang Anak. Ancam Bunuh Pejabat Puncak. 

Buktinya, akhir-akhir ini tersiar kabar bahwa KKB sering menembak mati warga sendiri (orang asli Papua) dan warga sipil lainnya.

KKB juga menembak mati para aparatur sipil negara (ASN), petugas kesehatan bahkan aparat TNI Polri.

Oleh karena itu, katanya, aparat TNI Polri harus lebih tegas. Tangkap semua anggota KKB lalu proseskan secara hukum.

KKB, katanya, adalah kelompok kriminalis yang pantas dibasmi dari tanah Papua. Oleh karena itu, jangan segan-segan memberikan tindakan tegas.

Dari video yang beredar viral tersebut, tak terungkap seperti apa nasib Kalenak Murib saat ini.

Tak diungkapkan pula seperti apa anggota KKB yang sekelompok dengan Kalenak Murib.

Tapi hal yang mengejutkan adalah saat ini KKB telah banyak merekrut anak-anak kecil untuk dijadikan anggota kelompok tersebut.

Anak-anak usia sekolah seperti SD (sekolah dasar), SMP (sekolah menengah pertama) dan remaja (sekolah menengah atas) direkrut untuk dan atas nama perjuangan Papua merdeka.

"Sekarang ini banyak anak kecil yang direkrut dan mereka sudah memegang senjata sendiri. Ini yang mengerikan," katanya.

Tersiar juga kabar, bahwa perekrutan tersebut dilakukan secara diam-diam. Umumnya anak-anak yang direkrut tanpa sepengetahuan orang tua.

Dari video yang viral tersebut terungkap bahwa meski satu per satu pimpinan dan anggota KKB diberikan tindakan tegas terukur, tapi tunas-tunas baru KKB terus bermunculan.

Dalam konteks ini maka diharapkan agar aparat pemerintah melalui TNI Polri tetap pada sikap tegas sebagaimana yang dilakukan saat ini.

Selain itu, upaya-upaya persuasif lainnya juga harus terus dilakukan.

Sementara pemerintah daerah punya tugas melakukan sosialisasi secara terus menerus, supaya masyarakat sadar akan ketimpangan yang terjadi selama ini.

Yang jadi pertanyaan, adalah bila Nikolas Hababa, seorang warga di pedalaman Kabupaten Puncak berani mengusir anggota KKB keluar dari tempat itu, lantas bagaimana dengan warga lainnya?

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved