Berita Minut
WKI GMIM Musafir Sukur Gelar Lomba Buat Kue Cucur. Ini Hubungan Cucur dan Penginjilan di Minahasa
Ketua WKI Musafir Olva Losu menuturkan, lomba diikuti kaum ibu dari 20 kolom di Jemaat Musafir.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Semarak Paskah diperingati Wanita Kaum Ibu (WKI) Jemaat GMIM Musafir Kelurahan Sukur, Kecamatan Sukur, Kabupaten Minut, provinsi Sulut dengan lomba membuat kue cucur.
Ketua WKI Musafir Olva Losu menuturkan, lomba diikuti kaum ibu dari 20 kolom di Jemaat Musafir.
"Sebelumnya digelar ibadah yang dipimpin pendeta pelayanam Marsel Lelemboto, tampil sebagai juri Pdt Juliana Kakambong dan vicaris Virginia Luntungan," katanya Minggu (24/4/2022).
Dikatakan Olva, lomba berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan.
Ibu ibu menunjukkan kreativitas dan semangat iman sebagai keluarga besar kaum ibu jemaat Musafir Sukur.
Sebut Olva, tujuan lomba adalah memaknai paskah dengan kreativitas sembari mempererat rasa persaudaraan.
"Dan puji Tuhan
itu nampak dalam lomba tadi," katanya.
Informasi yang dihimpun tribunmanado, tampil sebagai juara 1 adalah kolom 5, juara 2 kolom 4 dan juara 3 kolom 16. Juara pertama beroleh hadiah 500 ribu, juara kedua 300 ribu dan juara ketiga 200 ribu.
SEJARAH CUCUR DAN PENGINJILAN
Kuliner Minut jadi primadona dalam ajang W20 - G20 di Likupang, Minut, provinsi Sulut, beberapa waktu lalu.
Selain kue apang, kue cucur juga jadi primadona delegasi.
Bentuk kue cucur yang menarik dan rasanya yang enak, membuat delegasi jatuh cinta.
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno yang datang ke Minut bersamaan momen W20 juga terpesona dengan cucur.
Ia cicipi kue cucur kemudian berpantun.