Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Paskah 2022

Pesan Paskah PGI 2022: Tak Terpisahkan dari Kasih Allah

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan pesan Paskah tahun 2022 untuk umat Nasrani di Nusantara.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Logo PGI 

TRIBUNMANADO.CO.ID,Manado - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan pesan Paskah tahun 2022 untuk umat Nasrani di Nusantara.

Pesan Paskah 2022 disampaikan Ketua Umum Pdt Gomar Gultom dan Sekum Pdt Jacklevyn F. Manuputty.

Berikut ini isi lengkap Pesan Paskah PGI tahun 2022

Umat Kristiani terkasih di mana pun Saudara-saudari berada, Selamat Paskah!

Pada tahun ini, untuk ketiga kalinya kita merayakan kebangkitan Kristus di tengah-tengah pandemi Covid-19.

Dua tahun yang berat telah kita lewati bersama. Sekalipun tertatih, kita melangkah dan masih akan terus melangkah.

Inilah langkah-langkah iman, langkah-langkah dalam kepercayaan
kepada Allah di dalam Yesus Kristus.
Iman seperti inilah yang ditegaskan Paulus ketika dia berkata “Aku yakin” dalam Roma 8:38.

Kata ini bahkan dapat diartikan “Aku seutuh-utuhnya yakin.” Apa pun kata orang lain dan apa pun perasaan yang sedang dia alami, Paulus menegaskan bahwa tidak ada sedikit pun kabut keraguan yang menyelimuti dirinya.

Apa yang Paulus yakini? Ini: Tidak ada sesuatu apa pun di dalam ciptaan ini yang sanggup memisahkan umat percaya dari kasih Allah yang ada di dalam Kristus Yesus.

Paulus mengungkapkan keyakinan ini dalam konteks kenyataan kehidupan umat percaya yang sedang berada di dalam penderitaan dan kesulitan (Rm. 8:18).

Penderitaan dan himpitan dapat
datang dari pelbagai arah dan bentuk, seperti penganiayaan, kelaparan, kesesakan, dan ancaman maut.

Penyebabnya adalah adanya kuasa-kuasa yang memiliki kekuatan untuk menyakiti, merampas, bahkan menghancurkan.

Kuasa yang dapat berwujud dalam bentuk kekuasaan pemerintah manusia maupun kekuasaan kerajaan kegelapan, kekuasaan yang di atas maupun yang di bawah, kekuasaan yang ada sekarang maupun yang akan datang, kekuasaan yang merusak kehidupan bahkan menghancurkan kehidupan.

Paulus menyadari semua itu nyata dan umat percaya harus menghadapinya.

Lebih lanjut, Paulus menggambarkan kenyataan ini seperti orang-orang yang menghadapi maut sepanjang hari, atau dengan terjemahan lain
“seperti orang-orang yang dibunuh
sepanjang hari” (Rm. 8:36).

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved