Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penemuan Mayat di Manado

Kesaksian Warga Lihat Penemuan Mayat di Sungai Pakowa Manado, Keluarga Tolak Otopsi

Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Manado, korban diketahui meninggal terjatuh di sungai pada saat ingin membersihkan kotorannya sendiri.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
Jenazah Isak Hasan saat dibawa warga dan pihak kepolisian. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga di Kelurahan Pakowa Lingkungan I Kecamatan Wanea Kota Manado dihebohkan dengan penemuan mayat di sungai. 

Korban diketahui bernama Isak Hasan (54), berprofesi sebagai tukang parkir di Alfamidi Pakowa.

Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Manado, korban diketahui meninggal terjatuh di sungai pada saat ingin membersihkan kotorannya sendiri.

Menurut keterangan warga Dince Mustapa, pada pukul 05.30 Wita dia sempat berpaspasan dengan korban di pinggiran sungai sambil bertanya kepada korban akan pergi ke mana.

"Korban berjalan dengan pincang dan kaki korban sudah penuh dengan kotoran air besarnya sendiri, dia menjawab akan pergi ke sebelah," jelasnya.

Sementara itu Saksi Rocky Najoan mengatakan bahwa saat itu sedang memancing di seputaran sungai Kelurahan Pakowa tak sengaja melihat korban.

Pada saat itu, dia melihat posisi kepala korban menghadap ke bawah. 

"Dia tanpa memakai celana hanya menggunakan sebuah baju berwarna hitam dan langsung berteriak dengan maksud untuk meminta bantuan kepada masyarakat sekitar," jelasnya.

Sementara itu Saksi Yusran menerangkan saat sedang berada di rumahnya, dia mendengar teriakan minta tolong.

Kemudian saksi melihat korban yang saat itu hanyut di sungai dengan posisi kepala korban menghadap ke bawah.

"Dia langsung berjalan ke tengah sungai dan menarik korban pada bagian baju yang dikenakan oleh korban, lalu saksi menarik tubuh korban ke pinggir dengan menganggkat kedua bagian lengan korban," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Wanea Kompol Arie Najoan menjelaskan dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan.

"Korban memang sudah pikun, keluarga pun sudah menolak untuk melakukan otopsi," jelasnya.

Anggota ULMWP Pukul Polisi, Buchtar Tabuni dan Bazoka Logo Ditangkap

Persiapan Panitia Penyelenggara Pemilihan Komisi Pelayanan Anak Sinode GMIM Sudah 75 Persen

P2TM Manado Siap Berbagi Kasih ke Panti Asuhan, Tunandi: Biarlah Ini jadi Berkat bagi Banyak Orang

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved