Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Manado

Jaringan Telekomunikasi Perumahan Relokasi Pandu Tidak Stabil, Warga Desak Pemerintah Bangun Tower

Maritje Rapar warga perumahan relokasi banjir di Pandu mengeluhkan soal jaringan telephone di lokasi tempat tinggalnya. 

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Chintya Rantung
Rhendi Umar/Tribun Manado
Situasi perumahan relokasi korban banjir di daerah pandu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Maritje Rapar warga perumahan relokasi banjir di Pandu mengeluhkan soal jaringan telephone di lokasi tempat tinggalnya. 

Tak hanya itu, menurut Maritje anaknya sempat dinyatakan dua kali bolos kuliah gara-gara jaringan internet yang tidak stabil

"Waktu disuruh absen lewat ap lokasi zoom, jaringan internet hilang-hilang sampai tak bisa koneksi, akhirnya anak saya disebut tak masuk kampus," ujar Rapar. 

Dia pun meminta kepada pemerintah, agar membangun tower jaringan telephone di perumahan ini. 

"Kan, banyak lahan luas disini bisa ditaruh tower telephone, tinggal pemerintah yang mengusahakanya," jelasnya. 

Diketahui jumlah rumah yang dibangun di perumahan relokasi banjir di Pandu sekitar 2200 unit, dengan jumlah warga saat yang tinggal disitu sekitar 500 orang.

Rumah dengan tipe model 36 ini berisi dua kamar, 1 ruang tamu, dapur serta kelebihan tanah yang bisa difungsikan untuk taman atau garasi. 

Terdapat beberapa blok di lokasi perumahan ini, dimulai dari blok A sampai K. 

Adapula tempat bermain anak-anak, tempat ibadah, puskesmas dan sekolah SD dan SMP.

Berjarak satu jam dari Kota Manado, Desa Pandu terletak di lereng bukit dengan jalan yang cukup berkelok untuk mencapainya.

Dari jalan raya masuk ke perumahan, anda harus menempuh jarak 1 kilo setengah. 

Diketahui, pasca bencana banjir besar 15 Januari 2014 lalu, pemerintah melakukan relokasi ribuan warga yang mendiami sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Manado ke perumahan di Kelurahan Pandu.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado tahun 2014 mencatat, sebanyak 101 rumah hanyut, 18 orang meninggal dunia, 2 orang hilang, dan 86.355 jiwa atau 25.103 kepala keluarga mengungsi akibat banjir bandang tersebut.

Atas hal itu ribuan unit rumah dibangun di atas lahan milik Pemprov Sulut menggunakan anggaran ratusan miliar rupiah bantuan pemerintah pusat. 

Tentang Manado

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved