Berita Heboh
Berakhir Ricuh, Warga yang Antre Sempat Mendobrak Pintu Ruang Penyimpanan Minyak Goreng
Awalnya Operasi Pasar minyak goreng yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berjalan tertib. Lalu berubah menjadi ricuh.
Namun warga tidak terima dan berteriak agar Operasi Pasar kembali dibuka.
Merasa tidak mendapat respons, warga yang kesal memasuki ruang kerja di Dinas Perdagangan.
Namun saat akan pulang, salah satu warga melihat ada tumpukan kardus minyak goreng di salah satu ruangan di Dinas Perdagangan.
Warga lantas mendobrak pintu, kemudian mengambil minyak goreng yang masih dalam kemasan.
Aparat keamanan yang melakukan penjagaan langsung ke lokasi dan menenangkan warga.
Beruntung minyak goreng tersebut tidak dijarah semua.
Di sisi lain, ibu yang pingsan dibawa oleh warga menjauhi kerumunan.
Setelah 10 menit mendapat pertolongan, ibu ini akhirnya sadar.
"Ibu ini antre di belakang saya. Dia sempat pegangan baju, kemudian jatuh tergeletak," ujar Yuda, seorang warga yang ikut antre minyak goreng.
Melihat kondisi wanita tersebut, Yuda dan beberapa warga langsung membawa ibu tersebut ke tempat yang tidak sesak hingga akhirnya dia sadarkan diri.
Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara Hendri menyebut, operasi pasar awalnya memang akan digelar di tiga lokasi.
Yakni, Pasar Sentral Kotabumi, Pasar Pagi Kotabumi, dan kantor Dinas Perdagangan.
Menurutnya, di tiga lokasi tersebut akan disediakan 3.200 liter minyak goreng.
Pihaknya bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik Lampung Utara dan salah satu perusahaan minyak goreng.
Namun dalam perjalanannya, operasi pasar tersebut hanya digelar di Dinas Perdagangan saja.