Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hasil Rekonstruksi Digital Wajah Cleopatra Setelah 2.000 Tahun Kematiannya, Ratu Mesir Kuno Cantik?

Ratu Cleopatra adalah anggota terakhir dari dinasti Ptolemeus yang memerintah Mesir antara 323 SM dan 30 SM.

Kolase Tribun Manado/ Foto: Istimewa
Cleopatra lebih dikenang sebagai kekasih Julius Caesar dan Mark Anthony, dua jenderal Romawi paling terkenal saat itu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Cerita tentang Ratu Cleopatra sudah tidak asing lagi di telinga publik.

Dalam berbagai kisah, Cleopatra digambarkan sebagai sosok ratu yang cantik jelita di masanya.

Celopatra adalah seorang ratu Mesir kuno.

Ratu Cleopatra adalah anggota terakhir dari dinasti Ptolemeus yang memerintah Mesir antara 323 SM dan 30 SM.

Dalam budaya Barat, Cleopatra lebih dikenang sebagai kekasih Julius Caesar dan Mark Anthony, dua jenderal Romawi paling terkenal saat itu.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Minggu 30 Januari 2022, Berikut Kabupaten/Kota yang Alami Hujan Lebat

Cleopatra dan Mark Antony dalam film Cleopatra (1963)

Namun, bagi orang Arab dan Afrika, kecerdasan serta keterampilan diplomatik dan linguistiknyalah yang paling diingat.

Meski Cleopatra bukan satu-satunya Ratu Mesir Kuno, namun dialah yang paling terkenal. Dua ribu tahun sejak kematiannya, kisah hidupnya masih mempesona banyak orang di seluruh dunia.

Tidak jelas tahun pasti kelahiran Cleopatra, namun konsensus di antara para sejarawan menyebutkan bahwa dia lahir pada tahun 70 SM atau 69 SM.

Ayahnya, Ptolemy XII, adalah seorang raja Mesir dan anggota dinasti Ptolemeus yang memerintah Mesir selama hampir tiga abad.

Pendiri dinasti tersebut adalah Ptolemy I, seorang jenderal Alexander Agung yang mengambil alih Mesir setelah kematian Alexander pada 323 SM.

Oleh karena itu, Ratu Cleopatra adalah seorang etnis Makedonia, bukan Mesir.

Setelah kematian ayahnya pada tahun 51 SM, dia menjadi penguasa bersama Mesir dengan Ptolemy XIII, adik laki-laki yang juga menjadi suaminya.

Namun, keduanya kemudian jatuh karena upaya Cleopatra memonopoli kekuasaan.

Dia kalah dalam perebutan kekuasaan berikutnya dan melarikan diri ke Suriah.

Untuk mendapatkan kembali kekuasaan, dia mencari dan menerima bantuan dari jenderal Romawi yang berkuasa, yaitu Julius Caesar,yang baru saja mengakhiri perang dengan musuh bebuyutannya, Pompey.

Sumber: TribunMedan.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved