Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Maurits dan Hengky Bakal Bangun Jembatan Gantung di Bitung

Anggaran Rp 6 miliar tersebut diperoleh pemerintah Kota Bitung melalui Dinas PUPR atas penghargaan dari Kementrian PUPR.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere.
Lokasi yang akan dibangun jembatan gantung dengan nama Jembatan Merah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Dinas PUPR Kota Bitung bakal merealisasikan kucuran dana senilai Rp 6 miliar untuk buat jembatan.

Anggaran Rp 6 miliar tersebut diperoleh pemerintah Kota Bitung melalui Dinas PUPR atas penghargaan dari Kementrian PUPR.

Sebagai terbaik kedua atas kinerja pemerintah di bidang kebinamargaan dalam penyelegaraan jalan Nasional, tingkat Kota, tahun 2021.

Pemberian penghargaan itu diserahkan oleh Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR kepada Maurits Mantiri Wali kota Bitung di auditorium Kementrian PUPR jalan Patimura Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pertengahan Desember 2021.

Menurut Rudy Tenok, jembatan itu direncanakan dan diusulkan dengan konsep arau model jembatan gantung di atas daerah aliran sungai (DAS) atau kuala Jengki atau Tulap.

Kuala tulap atau jengki, merupakan sebutan warga.

Jembatan dengan panjang sekitar tujuh sampai sembilan meter, nantinya akan menghubungkan Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari dan Kelurahan Girian Weru I Kecamatan Girian.

"Nama jembatannya, jembatan Merah. Kami akan buat, dengan tujuan satu diantaranya sebagai akses masyarakat menuju ke pasar Girian," jelas Rudy Tenok Kadis PUPR kepada wartawan, saat hadiri Paripurna DPRD Bitung, Rabu (5/1/2022).

Rapat Paripurna DPRD kota Bitung, pembicaraan Tingkat II dalam rangka pengambilan keputusan terhadap rancangan peraturan daerah kota Bitung (Ranperda).

Tentang perubahan atas peraturan daerah (perda) kota Bitung nomor 5 tahun 2008 Tentang Perkuatan Dana Bergulir.

Rudy Tenok menerangkan, rencana dan usulan pembangunan jembatan Merah adalah komitmen dari Maurits Mantiri dan Hengky Honandar Wakil walikota Bitung.

Dan untuk mengatasi kepadatan kendaraan di jalan ke pasar Girian.

Karena dengan hadirnya jembatan Merah itu, praktis masyarakat cukup berjalan kaki ke pasar dan tidak lagi membawa kendaraan menuju pasar.

Akses jalan ke pasar Girian dari wilayah Matuari dan Kota Bitung kerap macet, di jam-jam tujuh pagi sampai jam 10. Kemudian saat sore hari sekitar jam 4 sampai jam 6.

Wali Kota bersama sejumlah pejabat dilingkungan pemkot Bitung, telah meninjau lokasi yang bakal dijadikan titik pembangunan jembatan Merah.

Menurut Wali Kota, pembangunan jembatan itu bakal dimulai tahun ini dengan tujuan memudahkan masyarakat untuk menyebrang tanpa harus melewati jalan utama. 

Jembatan yang nantinya menghubungkan Kelurahan Manembo-nembo Lingkungan II RT 04 dengan Kelurahan Girian Weru Satu bakal menjadi akses alternatif bagi masyarakat. 

"Mohon dukungannya agar proses pembangunan Jembatan Merah berjalan sesuai harapan," kata Maurits Mantiri.

Tentang Bitung

Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara.

Jarak dari Bitung ke Manado Ibu kota Provinsi Sulut yakni 42,4 kilometer lewat Jalan Tol Manado - Bitung, atau sekitar 50 menit ditempuh dengan kendaraan roda empat.  

Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan.

Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki Gunung Dua Sudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh. 

Kota Bitung terdiri dari 8 kecamatan dan 69 kelurahan, dengan luas wilayah 302,89 km⊃2; dan sebaran penduduk 730 jiwa/km⊃2;.

Saat ini Kota Bitung dipimpin Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar. (crz)

Sosok Aldico Sapardan, Dokter yang Luluhkan Hati Melanie Putria, Hadapi Operasi Tumor Otak

Kebakaran di Madidir Unet Bitung, Warga Gempar Alkitab Masih Utuh

Kabar Medina Zein, Resmi Jadi Tersangka Dugaan Kasus Pencemaran Nama Baik Terhadap Marissya Icha

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved