Berita Manado
Kulit Andrei Angouw Lebih 'Gosong' Apakah Manado Lebih Baik ?
Tapi Andrei Angouw naik dengan enteng saja. Sambil tertawa, yang merupakan ciri khasnya. Di puncak gunung, ia berdialog dengan pemulung.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Di awal masa kepemimpinan, Wali Kota Andrei Angouw membikin sensasi.
Ia mendaki gunung sampah setinggi belasan meter di TPA Sumompo.
Ini bukan hal mudah. Dan sangat beresiko.
Tapi Andrei Angouw naik dengan enteng saja. Sambil tertawa, yang merupakan ciri khasnya.
Di puncak gunung, ia berdialog dengan pemulung. Sesudah itu mengambil ponsel dan menelepon.
Tak lama kemudian eskavator datang.
Publik terkejut tapi sesudah itu diam saja. Dingin. Toh aksi tersebut biasanya hanya cari sensasi saja. Pasti akan redup dan kembali monoton.
Namun itu bukan aksi terakhir. Ada beberapa aksi susulan.
Dan terbukti pula itu bukan hanya cari sensasi.
Itulah cara Andrei Angouw mendeteksi masalah untuk mencari jalan keluar. Andrei kemudian kerap mengunjungi selokan.
"Ngantor" di tepi DAS Tondano, meninjau jalan, bolak balik ke TKB, naik mobil tanpa patwal hingga berkunjung ke taman kota malam hari dan sendirian.
Tak seperti pejabat lainnya yang mau tampil di media usai blusukan, Andrei biasanya langsung naik mobilnya atau jika diwawancarai hanya menjawab seadanya.
Cara penyelesaian masalah Andrei Angouw juga sangat sistematis.
Ia tak mau mengambil sepuluh masalah sekaligus. Tapi ambil satu satu.
Awalnya sampah. Ia menata TPA Sumompo. Beres. Kemudian selokan. Selokan tersumbat dikeruk. Bangunan liar atas selokan dibongkar. Beres.