Berita Sulut

Sulut Optimis Capai Pertumbuhan Ekonomi seperti Sebelum Pandemi

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) menyelenggarakan Kopi Pagi, Komunikasi Perangkai Persamaan dan Sinergi Day-2

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Ist/Dok. DJPb Sulut
Diskusi Kopi Pagi-Komunikasi Perangkai Persamaan dan Sinergi digagas Kanwil DJPb Sulut, Senin (20/12/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) menyelenggarakan Kopi Pagi, Komunikasi Perangkai Persamaan dan Sinergi Day-2.

Kegiatan bertema Cermin Fiskal Regional Sulawesi Utara itu berlangsung di aula Gedung Keuangan, Jalan Bethesda Manado, Senin (20/12/2021).

Hadir sebagai narasumber, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulut, Ratih Hapsari Kusumawardhani, Kepala BPS Provinsi Sulut, Asim Saputra dan Dekan FEB Universitas Sam Ratulangi, Debby Christina Rotinsulu.

Selain internal Kanwil DJPb, beberapa mahasiswa Unsrat turut mengikuti untuk mengetahui kondisi fiskal di Sulawesi Utara yang tertuang dalam Kajian Fiskal Regional (KFR) Kanwil DJPb Sulut setiap triwulan.

“Kegiatan ini selain untuk meningkatkan kerjasama, juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap fiskal regional Sulut dengan kajian-kajian bersama Kanwil DJPb, BPS, dan Unsrat”, ungkap Ratih.

“Data-data statistik dari BPS dan analisa-analisa ekonomi Unsrat akan memperkaya Kajian Fiskal Regional yang disusun oleh Kanwil DJPb setiap triwulan untuk kemudian disampaikan kepada pihak eksternal, salah satunya pemerintah daerah”, tambah Ratih.

Sementara, Kepala BPS Sulut, Asim Saputra mengatakan, Pertumbuhan Ekonomi Sulut pada posisi yang baik .

"Kemungkinan bisa menyamai seperti sebelum pandemi pada Triwulan 4 ini, " jelas Asim optimis.

Selain data pertumbuhan ekonomi, Asim juga menyajikan data Inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), Kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Gini Ratio yang semuanya berada pada posisi yang baik dan dapat diketahui publik pada release BPS Sulut.

Hal menarik dari data-data tersebut adanya pergeseran penduduk miskin dari kota ke desa pada masa pandemi ini.

Walaupun, secara keseluruhan, jumlah penduduk miskin di Sulut adalah yang paling rendah di Sulawesi.

“Banyak penduduk kota yang setelah kehilangan pekerjaan, tetap harus membayar kos, dan lainnya sehingga mereka kembali ke desa mereka”, tambah Asim.

Ditambah dengan bansos yang disalurkan sesuai domisili KTP mereka yang masih KTP sesuai desanya.

“Masyarakat Sulut merupakan masyarakat yang kuat dan tahan terhadap pandemi dilihat dari data pertumbuhan ekonomi yang kita miliki”, ujar Debby Rotinsulu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved