Berita Nasional
Panglima TNI Hukum Semua Anggota TNI Terlibat Bentrok Dengan Brimob di Timika
Jendera Andika Perkasa memastikan semua oknum TNI dan Polri yang terlibat dalam bentrokan itu akan ditindak tegas.
Selanjutnya, sebanyak 20 personel Kopassus TNI dari Satgas Nanggala hendak membeli rokok tersebut.
Namun, para prajurit Kopassus TNI tersebut merasa harga rokok yang dijual prajurit polisi dari Satgas Amole tidak sesuai, sehingga mereka melakukan komplain.
“Personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual,” tulisnya.
Akibat kejadian itu, terjadi bentrokan antara kedua pihak.
“Pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap enam personel Amole Kompi 3 Penugasan,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Kamal mengatakan, pimpinan masing-masing lembaga telah menerima laporan dan berkoordinasi atas kejadian tersebut.
Ia menegaskan, kasus ini telah diselesaikan secara damai.
Namun, Kamal juga menambahkan, tindakan disiplin akan tetap dilakukan kepada personel yang terlibat bentrokan.
“Selanjutnya, tindakan disiplin terhadap mereka yang terlibat perkelahian akan tetap dilakukan,” tuturnya.
Menurut dia, saat ini situasi di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72, Kabupaten Timika, Papua, sudah aman dan kondusif.
“Pasca-kejadian tersebut, situasi di Kabupaten Mimika khususnya di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 tepat di depan Mess Hall, Timika, Papua, aman dan kondusif,” kata dia.
Akibat dari kejadian itu 5 anggota polisi dari Satgas Amole terluka dan mendapatkan perawatan medis.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, ketika dikonfirmasi Tribun-Papua.com,, Minggu (28/11/2021) malam, melalui sambungan telepon seluler, membenarkan kejadian itu.
“Iya, kemarin ada insiden kecil,” ucapnya.
Ia pun menjelaskan persoalan itu sudah diselesaikan secara baik-baik.