Breaking News:

Berita Nasional

Ingat Dita Indah Sari? Dulu Dipenjara Sebab Tuntut Upah Minimum Naik, Kini Sebut UM Terlalu Tinggi

sosok Dita Indah Sari staf khusus menteri tenaga kerja (menaker) yang justru mengatakan bahwa upah minimum di Indonesia terlalu tinggi.

Editor: Alpen Martinus
warta kota
Dita Indah Sari, Stafsus Menteri Ketenagakerjaan yang menyebut upah minimun di Indonesia terlalu tinggi. Berikut profil dan biodatanya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Saat banyak pekerja menginginkan upah minimum provinsi (UMP) naik tahun 2022.

Muncul sosok Dita Indah Sari staf khusus menteri tenaga kerja (menaker) yang justru mengatakan bahwa upah minimum di Indonesia terlalu tinggi.

Ia bahkan membandingkan upah minimum dengan produktivitas tenaga kerja.

Baca juga: Sulut Masuk 4 Provinsi yang UMP Tidak Naik, Upah Minimum Pekerja Tahun 2022 Naik 1,09 Persen

Berikut ini profil dan biodata Dita Indah Sari, staf khusus menteri tenaga kerja (menaker) yang menyebut upah minimum di Indonesia terlalu tinggi.

Mantan aktivitas yang pernah dipenjara rezim orde baru ini membandingkan upah minimum itu dengan produktivitas tenaga kerja di Indonesia saat ini.

Menurut Dita Indah Sari, nilai efektivitas tenaga kerja Indonesia berada di urutan ke-13 Asia.

"Baik jam kerjanya, maupun tenaga kerjanya, ini umum secara nasional. Komparasinya ketinggian itu dengan produktivitas," kata Dita Indah Sari lewat keterangannya, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja, Menaker: Kita Memiliki Tantangan

Selain itu, menurut Dita, dari sisi jam kerja saja, di Indonesia sudah terlalu banyak hari libur bagi pekerja.

Dita membandingkannya dengan negara Asia Tenggara lain dimana jumlah hari libur di Indonesia masih terlalu banyak.

"Dari segi jam kerja dan jumlah libur kita ini gede, banyak," ujar Dita.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved