Berita Sitaro

Jaringan Internet di Sitaro Diperkirakan Membaik Awal November

Putusanya kabel fiber optik bawah laut ini mengakibatkan gangguan pada jaringan internet di wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Sitaro, Gandawari Mulalinda. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kabel Fiber Optik bawah laut di perairan laut Kepulauan Sangihe, tepatnya di kilometer 43 terputus akibat adanya patahan lempengan bumi dari gempa Mindano Filipina.

Putusanya kabel fiber optik bawah laut ini mengakibatkan gangguan pada jaringan internet di wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) sejak awal Oktober 2021 ini.

Atas kerusakan tersebut, PT Lend Telekomunikasi Indonesia (LTI) langsung mengambil langkah dengan melakukan pekerjaan perbaikan mulai Selasa 26 Oktober 2021.

Ini merupakan tugas LTI, karena LTI adalah badan usaha pelaksana yang ditugaskan pemerintah untuk melaksanakan proyek pembangunan dan pengelolaan jaringan tulang punggung serat optik Palapa Ring.

Hal ini diketahui dari hasil koordinasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sitaro dengan pihak PT. LTI, awal pekan ini.

"Informasinya, PT LTI telah memberangkatkan kapal dari Pelabuhan Bitung menuju lokasi kilometer 43 selatan Pulau Sangihe untuk melakukan pekerjaan perbaikan jaringan FO yang putus," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Sitaro, Gandawari Mulalinda, Selasa (26/10/2021).

Proses pemberangkatan kapal dalam rangka perbaikan itu diawali proses pengurusan perizinan untuk dapat melakukan pekerjaan area perairan laut.

"Direncanakan jika kondisi alam di perairan yang menjadi titik lokasi perbaikan memungkinkan, pekerjaan tersebut akan mulai dilaksanakan pada hari ini," ujar Mulalinda saat ditemui diruang kerjanya.

Terkait estimasi waktu pekerjaan perbaikan, Mulalinda menyebut tergantung situasi dan kondisi di area perbaikan, seperti kondisi alam atau cuaca.

"Bisa dua minggu, bisa satu minggu, atau bahkan lebih cepat selesai. Semua tergantung kondisi cuaca."

"Perkiraan kita, awal November kondisi jaringan di Sitaro sudah membaik," kata pejabat jebolan pendidikan STPDN itu.

Untuk diketahui, kondisi putusnya jaringan fiber optik bawah laut ini telah menyebabkan gangguan kualitas layanan jaringan internet provider Telkom dengan layanan Indihome dan Astinet.

Gangguan juga dialami jaringan seluler dari Telkomsel yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Meskipun pihak operator telah berupaya melakukan backup layanan jaringan internet dengan fasilitas radio, namun langkah ini tidak signifikan dapat meningkatkan kualitas layanan jaringan internet.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved