Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kematian Soekarno

Penyebab Kematian Soekarno Terungkap, Cucunya Mengaku Bung Karno Dibunuh Namun Ditutup-tutupi

Seperti yang diketahui Presiden Pertama di Indonesia Soekarno meninggal dunia pada 21 Juni 1970.

Editor: Glendi Manengal
Kompas.com
Ir. Soekarno saat sambutan dan membacakan teks proklamasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui Presiden Pertama di Indonesia Soekarno meninggal dunia pada 21 Juni 1970.

Namun kini penyebab kematian Soekarno diungkapkan cucunya.

Sebelumnya masyarakat meyakini presiden Soekarno meninggal dunia karena sakit.

Tapi dari pengakuan cucunya bung Karno disebut dibunuh.

Baca juga: Peringatan Dini Besok Rabu 6 Oktober 2021, BMKG: Ini Daftar 20 Wilayah yang Waspada Cuaca Ekstrem

Baca juga: Kena Imbas, Kadinsos Gorontalo Dipecat Usai Mensos Risma Marah-Marah

Baca juga: Gisella Lasut Sukses Raih Perunggu untuk Sulut di Air Riffle Women 10 M Perorangan PON XX Papua

Soekarno diapit dua jenderal AD, AH Nasution (kiri) dan Soeharto (kanan) ketika bertemu di Istana Merdeka tahun 1966. (Tribun Jakarta)

Misteri penyebab kematian Presiden RI pertama Soekarno kembali terungkap ke publik setelah cucunya mengungkap penyebab kematian sang proklamator dalam perbincangan di kanal YouTube.

Di kanal YouTube Didi Mahardika, cucu presiden pertama Republik Indonesia Soekarno secara mengejutkan menyatakan penyebab kematian Soekarno karena dibunuh.

Namun sejumlah sejarawan tetap meyakini sang proklamator meninggal dunia karena sakit.

Sebelumnya, pernyataan dari cucu Soekrano, Didi Mahardika muncul dalam channel YouTube V Entertainment.id saat berbincang dengan host channel tersebut.

Dalam wawancara Didi memberikan pernyataan bahwa Bung Karno dibunuh di Wisma Yasoo.

"Aku tambahin dikit, Mas, tidak hanya diasingkan, tapi di situlah bapak kita, Bapak Bangsa, Bapak Proklamator kita, yang memperjuangkan kita semua, dibunuh di situ, dibunuh, iya, harus banyak yang tahu," kata Didi dalam wawancaranya.

Selain itu didi juga menyebut, Museum Satriamandala adalah Wisma Yasoo, tempat terakhir Bung Karno.

Namun menurut Didi, Wisma Yasoo coba ditutup-tutupi dengan mengubah nama tempat itu menjadi Museum Satriamandala.

Sementara itu, mantan ajudan Soekarno, Sidarto Danusubroto membeberkan kesaksian pada tahun-tahun terakhir Sang Proklamator hidup dalam tahanan di Wisma Yaso.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved