G30S PKI
Kapten Pierre Tendean, Ajudan Jenderal AH Nasution yang Setia hingga Akhir Hayat, Jadi Korban G30S
Kisah Kapten Pierre Tendean saat G30S PKI 1965. Bertugas sebagai Ajudan Jenderal AH Nasution, Pierre Tendean gugur dalam tugas.
Pierre si anak orang kaya
Pierre menjadi ajudan Jenderal Nasution sejak 15 April 1965 setelah menorehkan berbagai prestasi di dunia militer.
Meski awalnya tak disetujui orangtua, Pierre akhirnya resmi menempuh sekolah calon perwira angkatan darat Bumi Panorama, Bandung, pada tahun 1958.
Pria kelahiran Batavia, 21 Februari 1939, itu ditempa pendidikan sebagai taruna di akademi militer tersebut, jurusan teknik atau Zeni selama tiga tahun.
Padahal ayahnya, yaitu Aurelius Lamer (AL) Tendean, merupakan seorang dokter dan psikiater di sebuah rumah sakit jiwa di Magelang, Jawa Tengah, dan menginginkan Pierre meneruskan tugasnya.
"Dia orang kaya pada zaman itu dan orang kaya bisa melakukan apa sajalah dengan kekuasaan uang. Ba
pakmu yang istilahnya dokter yang masih jarang saat itu," kata Abie.
Walaupun begitu, sebelumnya demi mengikuti keinginan orangtua, putra kedua dari tiga bersaudara itu pun sempat mengikuti tes di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dan Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB).

Abie mengatakan, selama menjadi taruna di akademi militer, Pierre juga bukan sekali-dua kali ditanya oleh kawan-kawannya.
"Pierre, kamu orang kaya, ngapain kamu berdarah-darah dan berlumur-lumur di sini?' Tapi saya menemukan jawaban Pierre dari Pak Supardan (alm), dia bilang, 'Selama ini keluarga saya dapat banyak dari negara, sekarang saatnya saya milik negara. Mau apa kamu?" ujar Abie menirukan.
Robert Wagner dari Bumi Panorama
Wajah indo Pierre yang rupawan rupanya membuat dirinya mendapatkan julukan dari kawan-kawannya selama melaksanakan pendidikan di akademi militer.
Pierre mendapat julukan sebagai Robert Wagner dari Bumi Panorama. Robert Wagner adalah seorang aktor dari Amerika Serikat.
Selain itu, Pierre juga mendapat julukan "patona" dari para seniornya di akademi berkat wajahnya yang tampan itu.
Dengan tinggi 171 cm, Pierre juga kerap kali menjadi andalan tim olahraga basket, voli, dan tenis.