Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

G30S PKI

Pantas Soeharto Selamat dari Insiden G30S, Kedekatan dengan Sosok Ini Jadi Alasan Ia Tak Masuk List

Bahkan di dalam film "Pengkhianatan G30S/PKI, dalam salah satu adegan, tokoh Mayjen Soeharto mengatakan bahwa dia kenal dekat dengan Untung

(Istimewa/Arsip Kompas)
Presiden RI ke I Soekarno dan Jenderal Soeharto 

Ketika itu posisi Menteri Pertahanan dijabat salah seorang tokoh PKI yakni Mr. Amir Sjarifuddin. Akhirnya laskar-laskar yang berafiliasi dengan komunis mendapat prioritas dan fasilitas dalam pembagian senjata, termasuk perlengkapan lainnya.

Ketika itu Batalyon Sudigdo sangat terkenal di daerah Boyolali. Dan menurut keterangan ini adalah batalyon yang dikomandani oleh Letkol Suadi Suramihardjo.

Untung bersama anggota Batalyon Sudigdo dan prajurit TNI saat itu mendapat pengetahuan tentang faham komunisme langsung dari elit PKI, Alimin. Hal ini menjadikan Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman ketika itu khawatir.

Jenderal Soedirman pun memerintahkan Letkol Soeharto untuk meyakinkan sejumlah prajurit dari Divisi Panembahan Senopati agar tak ikut faham komunis. Ketika itu Soeharto bahkan sempat bertemu dengan Alimin, Muso dan sejumlah elit PKI di Madiun.

Namun, Untung dan sejumlah prajurit dari Divisi Panembahan Senopati gagal dibujuk. Pada 18 September 1948 PKI melakukan pemberontakan di Madiun, Jawa Timur. TNI pun melakukan penumpasan.

Kembali Letkol Soeharto diperintahkan untuk memburu pelaku pemberontakan PKI Madiun termasuk Untung dan anggota Batalyon Sudigdo.

Namun konsentrasi TNI menumpas pemberontakan PKI Madiun harus terpecah karena di saat yang sama terjadi Agresi Militer Belanda II.

Tak dihukum

Terkuak Alasan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/soeharto' title='Soeharto'>Soeharto</a> Tidak Menjadi Target <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/pki' title='PKI'>PKI</a>, Benarkah Ikut Terlibat  dalam Peristiwa <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/g30s' title='G30S'>G30S</a>? - Semua Halaman - Grid Hot

Untung dan sejumlah prajurit dari Divisi Panembahan Senopati tak mendapat hukuman. Bahkan Untung kemudian masuk TNI melalui Akademi Militer di Semarang. Di sinilah nama Kusmindar alias Kusman berganti menjadi Untung.

Ketika itu Untung tercatat sebagai lulusan terbaik Akademi Militer Semarang. Untung lalu bergabung menjadi anggota Batalyon 454 Kodam Diponegoro yang saat itu masih bernama Tentara dan Teritorium IV Diponegoro tahun 1956.

Soeharto yang saat itu berpangkat kolonel menjadi Panglima T&T IV Diponegoro.

Di Kodam Diponegoro karier Untung terbilang moncer. Pada 1958 di bawah pimpinan Mayor Jenderal Ahmad Yani, Untung terlibat dalam operasi penumpasan pemberontakan PRRI atau Permesta di Bukit Gombak, Batusangkar, Sumatera Barat.

Atas kesuksesan tersebut, pada 14 Agustus 1962 Untung kemudian kembali terpilih sebagai prajurit yang terlibat dalam Operasi Mandala membebaskan Irian Barat yang dipimpin Panglima Kostrad Mayor Jenderal Soeharto.

Saat itu Untung memimpin kelompok kecil pasukan yang bertempur di hutan belantara Kaimana, Irian Barat.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved