Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

G30S PKI

Pantas Soeharto Selamat dari Insiden G30S, Kedekatan dengan Sosok Ini Jadi Alasan Ia Tak Masuk List

Bahkan di dalam film "Pengkhianatan G30S/PKI, dalam salah satu adegan, tokoh Mayjen Soeharto mengatakan bahwa dia kenal dekat dengan Untung

(Istimewa/Arsip Kompas)
Presiden RI ke I Soekarno dan Jenderal Soeharto 

Bahkan di dalam film "Pengkhianatan G30S/PKI, dalam salah satu adegan, tokoh Mayjen Soeharto mengatakan bahwa dia kenal dekat dengan Untung dan tahu latar belakang Untung.

Di film itu, tokoh Soeharto menjelaskan bahwa Untung adalah bekas anak buahnya saat ia menjadi Komandan Resimen 15 di Solo.

Untung adalah Komandan Kompi Batalyon 454 dan pernah mendapat didikan politik dari tokoh utama PKI, Alimin.

Terkuak Alasan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/soeharto' title='Soeharto'>Soeharto</a> Tidak Menjadi Target <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/pki' title='PKI'>PKI</a>, Benarkah Ikut Terlibat  dalam Peristiwa <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/g30s' title='G30S'>G30S</a>? - Semua Halaman - Grid Hot

Untung Sutopo diketahui lahir di Desa Sruni, Kedungbajul, Kebumen, Jawa Tengah pada 3 Juli 1926.

Untung bukanlah nama lahirnya. Untung memiliki nama kecil Kusmindar atau biasa disapa Kusman atau Kus saja.

Menurut cerita, orangtua Untung bercerai saat dia baru berusia 10 tahun. Selanjutnya Untung kecil diasuh oleh Syamsuri hingga dewasa.

Syamsuri adalah adik Abdulah Mukri, ayah kandung Untung. Oleh karena itu, Letkol Untung menggunakan nama Untung bin Syamsuri.

Kusman masuk sekolah dasar di Ketelan. Di sinilah dia mengenal sepakbola yang di kemudian hari menjadi hobinya.

Karena senang bermain bola Kusman pernah menjadi anggota KVC (Kaparen Voetball Club) di desanya.

Setelah lulus SD, Kusman melanjutkan ke sekolah dagang namun tidak sampai selesai, karena Jepang keburu masuk ke Indonesia.

Masuk Heiho

Karier militer Untung dimulai pada tahun 1943 atau saat umurnya 17 tahun. Ketika itu Untung mendaftar Heiho, organisasi militer di masa pendudukan Jepang.

Dua tahun bergabung di Heiho, Jepang kalah dalam Perang Dunia II. Selanjutnya Untung bergabung dengan Batalion Sudigdo yang bermarkas di Wonogiri, Jawa Tengah.

Pada 1947 Batalyon Sudigdo yang berada di bawah Divisi Panembahan Senopati berhasil ditarik menjadi pendukung Partai Komunis Indonesia (PKI).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved