G30S PKI
Detik-detik Jenderal MT Haryono Terbunuh 1 Oktober 1965 saat G30S PKI, Ditembak Cakrabirawa di Rumah
Berikut kronologi penculikan Mayjen M. T. Haryono saat G30S PKI 1965. Ditembak Pasukan Cakrabirawa di rumahnya.
Pada pagi hari sekitar pukul 03.00 WIB, 1 Oktober 1965, Komandan Satuan Tugas (Satgas) Pasopati, Letnan (Inf) Doel Arif membentuk tujuh pasukan dari Satgas Pasopati di Lubang Buaya untuk menculik ketujuh jenderal.
Satu di antara tujuh jenderal yang akan diculik adalah Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono (M. T. Haryono).
Dalam buku Julius Pour, G30S Fakta atau Rekayasa, Jakarta: Kata Hasta Pustaka, 2013, hlm.2-6, pasukan yang memiliki tugas menangkap M.T. Haryono dipimpin oleh Sersan Kepala (Serka) Boengkoes.
Pasukan yang dipimpin Serka Boengkoes terdiri dari satu Peleton Tjakrabirawa.
Regu penculik Mayjen M.T. Haryono ini berjumlah 18 orang.
Kronologi Penculikan
Kelompok Serka Boengkoes yang terdiri dari 18 anggota Resimen Tjakrabirawa setelah diberi tugas langsung meluncur ke lokasi.
Pada sekitar pukul 03.30, pasukan tersebut telah berada di kediaman Mayjen M.T. Haryono di Jalan Prambanan.
Ihwal ketepatan waktu, Julius Pour menyatakan pasukan Tjarabirawa datang di rumah Mayjen M.T. Haryono pukul 04.30 WIB.
Mayjen M. T. Harjono terbangun karena terdengar suara kedatangan pasukan Tjakrabirawa.
Sebelumnya, ia telah menyadari hal buruk akan terjadi pada dirinya.
M. T. Haryono kemudian menyuruh istri dan anak-anaknya untuk segera pergi ke halaman belakang.
Setelah sampai di kediaman M. T. Haryono, pemimpin pasukan, Sersan Boengkoes, Dan Ton I Batalyon I Resimen Tjakrabirawa mengetuk pintu rumah.
Setelah pintu diketuk, terdengar jawaban dari dalam kamar di rumah M. T. Harjono.
"Kalau mau ketemu besok pagi saja di kantor jam 08.00..”. Haryono bersuara.