G30S PKI

Cerita Sukitman, Saksikan Langsung Pembantaian Para Jenderal di Lubang Buaya, Hampir Jadi Korban

Sukitman menyaksikan langsung saat para jenderal dihabis. Ia mengungkapkan pengalamannya  ketika ia hampir ikut menjadi korban.

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Kolase Tribun Manado/ Foto: Istimewa
Cerita Sukitman, Saksikan Langsung Pembantaian Para Jenderal di Lubang Buaya, Hampir Jadi Korban 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak profil dan biodata AKBP Sukitman saksi hidup gerakan 30 September 1965 oleh PKI atau G30S/PKI.

Profil dan biodata AKBP Sukitman jadi sorotan karena ia mengaku melihat langsung ketujuh jenderal TNI dibantai oleh PKI.

Melansir dari Wikipedia, Sukitman lahir di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat pada tanggal 30 Maret 1943 dan meninggal di Depok, Jawa Barat pada 13 Agustus 2007.

Sukitman merupakan saksi sejarah terjadinya Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia G30S/PKI dan penemu lokasi pembuangan jenazah para jenderal Pahlawan Revolusi Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Soekarno Keluar dari Istana di Malam Berdarah G30S, Temui Sosok Ini saat Pembantaian Para Jenderal

Biodata AKBP <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/sukitman' title='Sukitman'>Sukitman</a> Saksi Hidup Tragedi <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/g30s' title='G30S'>G30S</a>/PKI, Melihat Langsung 7  Jenderal TNI Dibantai - Surya.co.id

Sukitman pernah menceritakan kesaksiannya dalam tayangan 'Wawancara Eksklusif AKBP (Purn) Soekitman' yang diunggah channel youtube Kurator Museum.

Polisi yang mengendarai sepeda ini juga muncul sosoknya di film Pengkhianatan G30S/PKI .

Namanya Sukitman.

Ia merupakan saksi sejarah peristiwa yang mengerikan tersebut.

Sukitman menyaksikan langsung saat para jenderal dihabis.

Ia mengungkapkan pengalamannya  ketika ia hampir ikut menjadi korban.

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi September 1992, dengan judul asli Yang Lolos dari Lubang Buaya.

Malam baru saja lewat, sementara  matahari pagi pun belum terjaga dari peraduannya, karena waktu itu memang baru pukul 03.00.

Tanggal terakhir pada bulan September baru berganti dengan tanggal 1 Oktober 1965. Jakarta dan penduduknya masih terhanyut dalam sepenggal mimpinya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved