BRI

Rights Issue BRI Salah Satu yang Terbesar di Dunia, Bukti Kepercayaan pada Indonesia

Antusiasme investor atas Rights Issue  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sangat tinggi.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Rights Issue BRI Salah Satu yang Terbesar di Dunia, Bukti Kepercayaan pada Indonesia
fernando lumowa/tribun manado
Gedung BRI Regional Manado. BRI (BBRI) sukses melakukan Right Issue yang mencatatkan HMETD hingga 22 Agustus 2021 mencapai 27,48 miliar

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado-  Antusiasme investor atas Rights Issue  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sangat tinggi.

Berdasarkan hitungan data Biro Administrasi Efek Datindo Entrycom, jumlah HMETD yang telah di-exercise hingga Rabu 22 September 2021 telah mencapai 27,48 miliar lembar saham.

Besaran saham itu jika dinominalkan mencapai Rp 93,4 triliun atau mencapai 97,4 persen dari total right issue.

Meskipun data proceed pencapaian tersebut belum merupakan data final, namun pencapaian ini telah membuat BRI menorehkan sejarah sebagai Rights Issue terbesar di kawasan Asia Tenggara. Right Issue BRI menduduki peringkat 3 di Asia dan nomor 7 di seluruh dunia.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, perseroan bangga atas keberhasilan aksi korporasi tersebut.

Utamanya di tengah kondisi yang menantang akibat pandemi Covid-19.

“Keberhasilan (Rights Issue) ini merupakan cermin bahwa dunia luar masih percaya akan prospek ekonomi Indonesia saat ini dan di masa mendatang,” kata Sunarso dalam keterangan tertulis ke Tribunmanado.co.id, Minggu (26/09/2021).

Dijelaskan, dana dari hasil Rights Issue tersebut nantinya akan digunakan perseroan mengembangkan ekosistem ultra mikro untuk mengakselerasi ekonomi kerakyatan.

Dalam right issue ini BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,21 miliar lembar saham baru Seri B atas nama dengan nilai nominal Rp 50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD I.

Dana segar yang diraup dari publik melalui right issue ini diperkirakan dapat mencapai Rp 41,15 triliun.

Nominal ini akan didapat apabila semua pemegang saham publik mengeksekusi haknya sesuai porsi masing-masing.

Jika diakumulasi dengan dana inbreng dari pemerintah, maka optimalisasi right issue BRI bisa bernilai Rp 96 triliun.

“Di masa pandemi seperti ini mendapatkan kepercayaan dari market dalam dan luar negeri merupakan sebuah pencapaian besar. Ini benar-benar fresh money masuk ke pasar modal dan tentu bagus untuk Indonesia," katanya.

BRI berkomitmen untuk memanfaatkan dana tersebut memberdayakan UMKM.

Katanya, 60-70 persen dananya akan digunakan untuk mengembangkan ekosistem ultra mikro. "Dan sisanya untuk memperkuat bisnis kecil dan mikro BRI,” ujarnya.

Perseroan pun optimis mampu meningkatkan penyaluran kredit ultra mikro sebesar 14 persen per tahun dengan kesuksesan Rights Issue ini.

BRI memerlukan sumber pertumbuhan baru ke depan yaitu segmen ultra mikro, sehingga perseroan dapat tumbuh berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

"Tak terkecuali pelaku usaha ultra mikro dan UMKM,” ujar Sunarso.(ndo)

Baca juga: Pengucapan Syukur GMIM Imanuel Bahu, Pdt Raymond Kuhon: Bersyukur atas Kebaikan Tuhan

Baca juga: Kisah Lucu Prabowo Subianto Sebelum Ditugaskan ke Timor Leste

Baca juga: Deretan Kota Tertua di Dunia, Masih Dihuni hingga Sekarang, Nomor 1 Disinggung dalam Cerita Alkitab

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved