Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Bikin Banyak Orang Meninggal dalam Lelap, Gejalanya Aneh

Disertai gejala yang aneh, lesuh hingga terbaring lemah, kejang-kejang, koma hingga berakhir dengan kematian. Misteri Pandemi 1916 Penyakit Tidur.

Editor: Frandi Piring
NCBI/Twitter
Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Bikin Banyak Orang Meninggal dalam Lelap, Begini Gejalanya. 

Secara umum pasien menunjukkan berbagai macam gejala pasca ensefalitis (koma), mulai dari kelumpuhan hingga membeku dengan otot-otot kaku seperti patung dalam tidur.

Perubahan ini dianggap sebagai gejala lanjutan dari penyakit tidur yang memburuk.

Anehnya, tidak semua pasien penyakit tidur mengalami gejala-gejala tersebut. Selain itu, tingkat keparahan tiap pasien juga berbeda satu sama lain.

Literatur medis saat itu melaporkan sepertiga dari pasien meninggal karena gagal napas karena disfungsi neurologis, sehingga penyakit tidur dianggap sangat mematikan hingga meresahkan.

Efek samping penyakit tidur

Beberapa ratus ribu orang meninggal karena penyakit tidur ini, walaupun sebagian besar masih bisa sembuh.

Sekelompok orang berbeda yang selamat dari wabah penyakit tidur melaporkan masih merasakan lesu.

Kondisi itu memaksa mereka tidur dalam keadaan tertentu selama bertahun-tahun.

Ketika survei dilakukan terhadap pasien yang sembuh, mereka juga mengatakan mengalami kekakuan otot ketika sedang istirahat.

Berdasarkan kesaksian pasien dan penelitian, dokter mencoba obat baru bernama L-dopa yang dikembangkan untuk penyakit Parkinson.

Ilustrasi orang alami <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/penyakit-tidur' title='Penyakit Tidur'>Penyakit Tidur</a>.

(Foto: Ilustrasi orang alami Penyakit Tidur. (IStockphoto)

Pasien dilaporkan memberikan respons positif terhadap obat tersebut.

Pada waktu yang sama ketika pandemi penyakit tidur merebak, wabah influenza (flu spanyol-1918) yang terkenal lebih mematikan juga dimulai.

Beberapa peneliti ada yang menyimpulkan penyakit tidur mungkin ada hubungannya dengan penyebab infeksi influenza ini.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved