Berita Kotamobagu
Meski Sudah Meninggal, Polres Kotamobagu Tetapkan 5 Penambang di Bakan sebagai Tersangka
"Mereka sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penambangan liar," kata Kapolres.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Polres Kotamobagu memastikan lima penambang yang tewas di Peti Bakan belum lama ini, ditetapkan sebagai tersangka.
Hal ini dikatakan oleh Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati ketika ditemui tribunmanado.co.id, Kamis (16/9/2021).
Menurutnya, meskipun kelima korban sudah meninggal dunia.
Namun status tersangka sudah ditetapkan kepada mereka.
"Mereka sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penambangan liar," kata dia.
Perwira dua melati ini menegaskan jika Polres Kotamobagu tak mentolerir setiap aktivitas tambang liar di wilayah hukum mereka.
"Tetap kita akan tertibkan," tegs dia.
Mantan Kasubdit Regident Polda Sulut ini, mengatakan jika aktivitas tambang liar sangatlah membahayakan bagi masyarakat.
"Ini sangat membahayakan, karena tak ada safety personnya. Selain itu, dampak pada lingkungannya juga tidak baik," aku dia.
Prasetya juga meminta agar masyarakat memberikan informasi bila masih ada penambangan liar di Peti Bakan.
"Kalau ada yang masih sembunyi-sembunyi silahkan dilaporkan pada kami," tegas dia.
Sebelumnya diketahui, Sebanyak lima warga Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bоlmоng, Sulut, tewas di Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) Bakan, Rabu (8/9/2021) malam.
Kelima korban yang juga berprofesi sebagai penambang ini adalah Ril Mamonto, Doli Mamonto, Ahmadi, Repi Mamonto dan Ras.
Menurut Kapolsek Lolayan AKP Joel Lalensang awalnya kelima korban berpamitan untuk menuju lokasi tambang pada Senin (6/9/2021) sore.
Namun karena hingga Rabu (8/9/2021) malam, kelimanya belum kembali ke rumah dan tidak ada kabar sama sekali.
Pihak keluarga memutuskan untuk pergi mencari ke lokasi.
"Di sana ada satu warga yang juga penambang disitu mengecek ke dalam lubang, ternyata kelimanya sudah tewas," ujarnya saat dihubungi Tribunmanado.co.id, Kamis (9/9/2021).
Ia lalu memberitahukan kepada pihak keluarga jika kelima korban sudah tak bernama dalam lubang.
Dan keluarga korban lalu melaporkan kejadian ini kepada polisi.
"Dari semalam proses evakuasi telah kita lakukan," tegas dia. (Nie)
Tentang Kotamobagu
Kota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Jarak Kotamobagu ke Kota Manado yakni 171,2 km, atau memakan waktu sekitar 5 jam 2 menit perjalanan dengan kendaraan.
Sumber pendapatan utama kota ini adalah padi dan jagung.
Kota Kotamobagu mencakup wilayah daratan dan kepulauan dengan total luas daratan 184.33 km2.
Masyarakat Kota Kotamobagu sebagian besar adalah etnis Bolaang Mongondow.
Saat ini Kotamobagu dipimpin oleh Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan.
• Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Sabet 2 Penghargaan CSR
• Kecelakaan Maut di Malalayang Manado, Putra Surentu Meninggal Setelah Tabrak Truk
• Peringatan Dini BMKG Besok Jumat 17 September 2021, Sejumlah Wilayah Waspada Alami Cuaca Ekstrem