Breaking News:

Sidang Korupsi

Sidang Korupsi Proyek Pemecah Ombak Likupang, Saksi Benarkan Antar Uang ke Mantan Kepala BPBD Minut

Sidang masih beragendakan pemeriksaan saksi, dan dipimpin oleh Majelis Hakim Djamaludin Ismail.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Isvara Savitri.
Suasana sidang kasus korupsi proyek Pemecah Ombak di Likupang II, Senin (6/9/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Sidang kasus korupsi proyek Pemecah Ombak di Likupang II, Minahasa Utara (Minut) kembali bergulir, Senin (6/9/2021).

Sidang dengan terdakwa Mantan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP) ini diadakan di Pengadilan Negeri (PN) Mandao yang terletak di Kompleks Pengadilan Terpadu, Jalan Adipura Raya, Kima Atas, Manado, Sulut.

Sidang kali ini masih beragendakan pemeriksaan saksi, dan dipimpin oleh Majelis Hakim Djamaludin Ismail, Muhammad Alfi Sahrin Usup, dan Hakim Ad Hoc Pultoni.

Saksi yang dihadirkan kali ini berjumlah enam orang dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Airmadidi.

Enam orang tersebut adalah Funding Officer BRI Christin, Mantan Kepala Kantor Cabang Pembantu Airmadidi Ardani Bagus Pinuntun yang saat ini sudah bertugas di Riau.

Kemudian Teller BRI Airmadidi Luntungan, Teller BRI Airmadidi Vera Monica Wayongkere, Account Officer BRI Airmadidi Sesar Sumual, dan Supervisor BRI Airmadidi Yanti Tahir.

Keenam pegawai BRI Airmadidi tersebut mengungkapkan pada tahun 2016 memang ada pembukaan rekening dan pencairan dana dari pihak PT Manguni Makasiouw Minahasa (MMM) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut.

Meski begitu, hanya Bagus, Christin, dan Sesar yang mengaku pernah melihat Direktur PT MMM Robby Maukar.

Bagus juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendengar ada perselisihan antara Robby, Alex Panambunan, dan VAP.

Namun karena bukan orang Minahasa, Bagus tak mengerti dengan jelas apa yang diperselisihkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved