Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dubes AS

Kedubes AS dan DCJ Bekali Jurnalis dan Dosen dengan Keterampilan Visualisasi Data Covid-19

Kedutaan Besar AS di Indonesia melalui Data and Computational Journalism (DCJ) Workshop and Conference menggelar rangkaian pelatihan jurnalisme

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
istimewa
Kedubes AS dan DCJ 2021 melakukan rangkaian pelatihan jurnalisme data kepada wartawan dan dosen di Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kedutaan Besar AS di Indonesia melalui Data and Computational Journalism (DCJ) Workshop and Conference menggelar rangkaian pelatihan jurnalisme data dan komputasi untuk isu Covid-19 bagi jurnalis.

Pada edisi Agustus 2021, pelatihan ini diikuti 30 jurnalis di Banjarmasin, Manado, Gorontalo dan Maluku. Pelatihan berakhir Minggu 15 Agustus 2021.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta untuk menganalisis data secara lebih kritis dan akurat guna menjelaskan realita pandemi secara lebih baik.

"Pelatihan ini merupakan titik awal bagi jurnalis untuk menggunakan pengetahuan yang sudah diberikan untuk diaplikasikan dalam karya jurnalistiknya,” ujar Atase Press di Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta, Michael Quinlan, Senin (16/08/2021).

Katanya, dalam situasi luar biasa seperti pandemi, jurnalis memiliki peran penting dengan memberikan informasi situasi terkini dan berita terbaru terkait Covid-19.

Seperti kasus, kebijakan pemerintah, tanggapan masyarakat, temuan ahli medis, analisis di bidang kesehatan dan masih banyak lagi.

"Jurnalis dalam hal ini berada di barisan depan dalam memerangi disinformasi kepada publik," katanya.

Munculnya berbagai data terkait COVID-19, baik dari pemerintah maupun lembaga non profit (LSM) dapat membantu jurnalis untuk menghasilkan pemberitaan yang lebih baik dengan memberikan analisis mendalam.

Namun sebaliknya juga bisa membingungkan jurnalis. Alasannya, sebagian data terkadang tidak konsisten dan terintegrasi di antara berbagai organisasi dan lembaga pemerintah.

Tidak hanya itu, minimnya pengetahuan tentang jurnalisme data - membedakan data dengan format benar dan tidak - juga menghambat jurnalis untuk memahami dan mengolah data dari narasumber.

DCJ bertujuan untuk membekali jurnalis dengan keterampilan dan pengetahuan yang luas untuk menangani dan meminimalkan kesalahan atau disinformasi sebelum, selama, dan setelah wabah.

Project Officer DCJ 2021, Utami Diah Kusumawati mengatakan, pihaknya menghadirkan pakar AS dan Indonesia di bidang jurnalisme maupun teknologi akan membangun jaringan dan memperkuat kemitraan bagi kedua negara.

"Pelatihan DCJ ini merupakan rangkaian pelatihan keempat yang telah dilaksanakan oleh DCJ 2021," kata Utami.

Sebelumnya, DCJ telah mengadakan pelatihan di Jakarta (DKI Jakarta), Surabaya (Jawa Timur), Makassar (Sulawesi Selatan).(ndo)

Baca juga: Sosok Henk Ngantung Tokoh Nasional Asal Sulawesi Utara yang Pernah Jabat Gubernur DKI Jakarta

Baca juga: Ketua DPD RI LaNyalla Mattaliti Ajak Masyarakat Rayakan HUT RI lewat Rumah Digital Indonesia

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Inilah 5 Manfaat Daun Mint bagi Kecantikan Kulit

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved