Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ibadah Haji 2021

Cerita Jemaah Haji Indonesia, Bersyukur Terpilih dan Mendapat Pelayanan Luar Biasa

Sekitar 558 ribu orang mendaftar untuk berhaji tahun ini namun hanya diizinkan 60 ribu, itupun khusus untuk warga Saudi dan ekspatriat di sana.

twitter/The Holy Mosques
Jemaah mengelilingi Ka'bah dalam ibadah Haji 1442 Hijriah atau tahun 2021 masehi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi Covid-19 kembali menunda harapan banyak warga Indonesia untuk menunaikan ibadah haji 1442 hijriah atau tahun 2021 masehi.

Sama seperti tahun 2020 lalu yang dilalui di masa pandemi, Pemerintah Arab Saudi membatasi jumlah jemaah yang boleh melaksanakan ibadah haji.

Hanya orang-orang pilihan yang diundang dan mengikuti semua prosesi.

Satu di antaranya Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah Eko Hartono yang terpilih untuk berhaji tahun ini.

Mengutip warta VOA Indonesia, Eko merasakan kenyamanan berhaji pada masa pandemi.

“Dengan adanya Covid ini, kita lebih nyaman memang karena jemaahnya kan lebih sedikit. Tawaf enak, sa’i enak juga, tidak uyel-uyelan, tidak desak-desakan.”

Nur Ainun Sinambela, ibu rumah tangga yang juga terpilih, mengaku bisa merasakan kenyamanan yang luar biasa ketika tawaf di Masjidil Haram.

“Saya selalu bisa berada di posisi yang aman, di posisi lingkaran kecil, tanpa disentuh orang. Itu yang saya rasakan, nyamannya di situ.”

Ini bukan pertama kali Eko dan Nur menjalankan ibadah haji. Jadi, mereka mengatakan, bisa merasakan bedanya pelayanan kali ini.

“Di Mina kami tinggal dalam tenda yang bagus, luas, dan hanya diisi enam orang,” kata Nur.

Nur sendiri sempat menangis ketika ditolak berhaji tahun lalu dan pengumuman terpilih berhaji tahun ini lebih lambat dari yang diterima suaminya, Windratmo Suwarno yang juga terpilih berhaji tahun ini.

Di Arafah, Nur menambahkan, jemaah juga bisa khusyuk beribadah karena berada dalam tenda sehingga tidak harus kepanasan di luar.

Tahun ini, panitia mengandalkan sistem digital. Informasi jemaah ada dalam kartu pintar. Jemaah juga dibiarkan beribadah sesuai keinginan, tanpa pendamping.

Bagi Eko, itu adalah kenyamanan lain.

“Nah, malah lebih tenang. Tidak harus mencari-cari siapa gitu. Saya jalan sendiri, merdeka. Paling jam sekian harus sudah ke bus. Jadi, malah enak. Malah mantap bisa lebih nyaman, tenang, tanpa harus mengumpulkan teman-teman,” kata Eko.

Jemaah melakukan lempar jumrah di Mina dalam ibadah haji 1442 Hijriah atau tahun 2021.
Jemaah melakukan lempar jumrah di Mina dalam ibadah haji 1442 Hijriah atau tahun 2021. (twitter/The Holy Mosques)
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved