Breaking News
Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Sosok Profesor Sarah Gilbert Penemu Vaksin AstraZeneca, Rendah Hati dan Tak Ambil Royalti

Profil Prof Sarah Gilbert, penemu Vaksin AstraZeneca untuk melawan Virus Corona.

Editor: Alpen Martinus
Reuters/Pool
ILUSTRASI. Satu dosis vaksin virus corona yang diproduksi Oxford University/AstraZeneca. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Vaksin AstraZeneca kini digunakan sebagai satu di antara beberapa pilihan vaksinasi di Indonesia.

vaksin tersebut tenyata ditemukan oleh Profesor Sarah Gilbert.

Kini vaksinnya sudah digunakan di beberapa negara.

Baca juga: Alasan Thailand Akan Campur Vaksin Sinovac dan AstraZeneca

PROFIL Prof Sarah Gilbert Penemu <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/vaksin-astrazeneca' title='Vaksin AstraZeneca'>Vaksin AstraZeneca</a> Dipuji Sekjen PBNU karena Tolak Royalti
Prof Sarah Gilbert, penemu Vaksin AztraZeneca untuk melawan Virus Corona. Dia adalah guru besar Oxford University yang menolak menerima royalti atas karyanya yang menyelamatkan jutaan manusia tersebut. (inews.co.uk)

Profil Prof Sarah Gilbert, penemu Vaksin AstraZeneca untuk melawan Virus Corona.

Meski Sarah Gilbert mendunia dan dinilai telah menyelamatkan jutaan orang, dia tetap ilmuwan yang rendah hati.

Guru Besar Universitas Oxford Inggris ini hanya tersenyum saat para penonton tenis Wimbledon memberikan standing ovation sebagai penghormatan kepada dirinya.

Pemilik nama Dame Sarah Catherine Gilbert DBE ini lahir di Inggris, April 1962.

Baca juga: Total Vaksin AstraZeneca yang Dimiliki Indonesia Setelah Kedatangan Sumbangan dari Jepang

Dame Sarah Gilbert, kanan bawah, bertepuk tangan di Wimbledon
Dame Sarah Gilbert, kanan bawah, bertepuk tangan di Wimbledon (Reuters)

Dia adalah seorang ahli vaksin Inggris yang merupakan Saïd Professor of Vaccinology di University of Oxford dan salah satu pendiri Vaccitech.

Gilbert mengkhususkan diri dalam pengembangan vaksin melawan influenza dan patogen virus yang muncul.

Pada 1 Januari 2020, Gilbert membaca empat orang di Wuhan China yang menderita pneumonia aneh dan dalam waktu dua minggu sebuah vaksin telah dirancang di Oxford untuk melawan patogen baru tersebut.

Pada 30 Desember 2020, vaksin COVID-19 Oxford – AstraZeneca yang ia kembangkan bersama dengan Oxford Vaccine Group telah disetujui untuk digunakan di Inggris.

Baca juga: Menyimak Cerita Penerima Vaksin Astrazeneca di Kabupaten Sitaro, Mengantuk Sampai Demam

Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020.
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020. (JOEL SAGET / AFP via Tribunnews.com)

Penghargaan

Pada Maret 2021, Sarah Gilbert dianugerahi Albert Medal atas karyanya dalam mengembangkan vaksin Oxford-AstraZeneca.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved