Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Kisah Musashi Miyamoto Samurai Terhebat Jepang, Kalahkan Ahli Pedang Dengan Kayu Dayung

Satu di antara samurai terhebat yang dimiliki Jepang adalah Musashi Miyamoto (1584 – 1645)

Editor: Alpen Martinus
(Utagawa Kuniyoshi via Wikipedia)
Miyamoto Musashi 

Selama berkeliling Jepang itu, Musashi telah melakukan duel sebanyak 60 kali dan tak terkalahkan menggunakan bokken atau pedang kayu.

Di 1611, Musashi mulai mempelajari seni meditasi atau zazen di kuil Myoshin-ji di mana dia bertemu Nagaoka Sado, abdi samurai bernama Hosokawa Tadaoki.

4. Tak Terkalahkan dalam 60 Duel

Duel di Jepang awal abad ke-17 seringkali berakibat fatal.

Miyamoto Musashi menghabiskan sebagian besar hidupnya bepergian ke seluruh Jepang untuk terlibat dalam duel dan membantai banyak master.

Melalui kampanye pertempuran terus-menerus ini, Musashi menyempurnakan keterampilannya dan bangkit menjadi pendekar pedang terhebat dalam sejarah Jepang.

5. Dia Mengalahkan Seorang Ahli Pendekar Pedang dengan Pedang Kayu yang Diukir dari Dayung

Dalam duel Musashi yang paling terkenal, dia berhadapan dengan Sasaki Kojiro , yang juga dikenal sebagai Iblis dari Barat.

Kojiro adalah samurai yang ideal dalam banyak hal: dia sangat dihormati dan dilatih secara klasik di sekolah Chujo-ry.

Duel ditetapkan untuk pagi hari tanggal 13 April 1612, di pulau Funashima.

Namun, ketika saatnya tiba, Musashi tidak ditemukan di mana pun.

Ketika Musashi akhirnya tiba, sengaja terlambat, dia kusut dan memegang bokken (pedang kayu) yang dia buat dari dayung yang dia temukan di atas perahu untuk berduel.

Membuat lawan menunggu adalah taktik psikologis yang tak terpisahkan dari strategi pertempuran Musashi.

Kojiro sangat marah dengan sikap tidak hormat ini.

Dia dikatakan telah membuang sarungnya dalam kemarahan, yang ditanggapi Musashi, "Jika kamu tidak lagi menggunakan sarungmu, kamu sudah mati."

Musashi telah mengukir bokkennya menjadi beberapa inci lebih panjang dari no-dachi milik Kojiro, memungkinkan kemenangan Musashi.

6. Memenangkan Duel Pertamanya Ketika Berusia 13

Sementara Musashi adalah seorang pemuda yang tinggal di kuil Zen bersama pamannya, samurai pengembara Arima Kihei datang mencari penantang.

Kihei, dari sekolah kenjutsu Shinto-Ryu, melakukan perjalanan dari kota ke kota memberikan tantangan terbuka kepada siapa saja yang akan berduel dengannya.

Ketika Musashi yang berusia 13 tahun menantangnya, dia tidak menganggap serius bocah itu.

Keesokan harinya, pada saat duel, Musashi menjatuhkan lawannya ke tanah dan memukulinya dengan pedang kayunya – yang dikenal sebagai bokuto – sampai Kihei tewas dalam genangan darahnya sendiri.

7. Masa Tua dan Kematian

Pada 1633, Musashi tinggal bersama daimyo (penguasa) Istana Kumamoto, Hosokawa Tadatoshi yang ironisnya, merupakan tuan dari Sasaki Kojiro.

Musashi meninggal diperkirakan pada usia 60 tahun di gua bernama Reigando pada 13 Juni 1643, dan diyakini menderita kanker paru-paru.

Saat dia meninggal, Musashi baru saja merampungkan buku Dokkodo berisi 21 aturan tentang kedisiplinan diri bagi generasi masa depan.

Jenazahnya dimakamkan menggunakan baju zirah di desa Yuge, dekat jalan utama Gunung Iwato, adapun rambutnya ditanam di Iwato.

Artikel ini telah tayang di intisari.id dengan judul 3 Fakta Mematikan Musashi Miyamoto, Samurai Jepang Terhebat Sepanjang Masa yang Kalahkan 'Iblis dari Barat' dan di Kompas.com dengan judul "Biografi Tokoh Dunia: Miyamoto Musashi, Ahli Pedang Legendaris Jepang"

Berita lain terkait Samurai

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved