Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Kisah Musashi Miyamoto Samurai Terhebat Jepang, Kalahkan Ahli Pedang Dengan Kayu Dayung

Satu di antara samurai terhebat yang dimiliki Jepang adalah Musashi Miyamoto (1584 – 1645)

Editor: Alpen Martinus
(Utagawa Kuniyoshi via Wikipedia)
Miyamoto Musashi 

Jika merujuk kepada ceritanya di Go Rin No Sho, lawan pertama Musashi adalah samurai bernama Arima Kihei, pengguna Kashima Shinto-ryu ketika dia berusia 13 tahun.

William Scott Wilson, penerjemah samurai terkenal berkata, Kihei pada saat itu berkelana untuk mempertajam ilmu berpedangnya.

Di Hirafuku, Kihei mengunggah tantangan publik, yang kemudian ditanggapi Musashi dengan menuliskan namanya sendiri di kertas.

Seorang pembawa pesan lalu datang ke kuil Dorinbo di mana Musashi tinggal, dan memberi tahu bahwa tantangannya telah diterima oleh Kihei.

Dorinbo terkejut. Kepada Kihei, dia meminta agar pertarungan dengan keponakannya dibatalkan mengingat usia Munisai masih belia.

Kihei menolak. Dia berkata satu-satunya jalan adalah Musashi harus datang saat hari pertarungan, dan minta maaf secara langsung.

Jadi, saat hari pertarungan tiba, Dorinbo meminta maaf atas nama Musashi. Di luar dugaan, Musashi malah berteriak menantang Kihei.

Kihei yang marah kemudian menyerang Musashi menggunakan wakizashi. Namun, Musashi melempar Kihei hingga terjengkang.

Saat Kihei berusaha bangun, Musashi langsung memukulnya tepat di antara dua matanya, dan kemudian memukul hingga tewas.

"Arima konon adalah samurai yang arogan, selalu bersemangat dalam pertarungan, dan bukan samurai yang terlatih," kata Wilson.

3. Mengembara

Di 1599, diperkirakan saat itu usianya 16 tahun jika mengacu duelnya dengan Arima, Musashi meninggalkan desa dan mengembara.

Dalam pengembaraan, diketahui Musashi terlibat dalam banyak pertarungan. Salah satu duel terkenalnya adalah melawan Tadashima Akiyama dari Provinsi Tajima.

Pada 1600, ketika pertempuran antara Klan Toyotomi dan Klan Tokugawa pecah, Musashi memihak Toyotomi, dan bergabung dengan Pasukan Barat dengan nama Klan Shinmen.

Konon, dia terjun dalam berbagai medan. Antara lain serangan dalam memperebutkan Istana Fushimi pada Juli 1600.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved