Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Kisah Musashi Miyamoto Samurai Terhebat Jepang, Kalahkan Ahli Pedang Dengan Kayu Dayung

Satu di antara samurai terhebat yang dimiliki Jepang adalah Musashi Miyamoto (1584 – 1645)

Editor: Alpen Martinus
(Utagawa Kuniyoshi via Wikipedia)
Miyamoto Musashi 

Kemudian, dia melindungi Kastil Gifu pada Agustus 1600, dan terakhir adalah Pertempuran Sekigahara yang terjadi pada 21 Oktober 1600.

Setelah pertempuran, Musashi sempat menghilang, dan kemudian dilaporkan berada di Kyoto pada usia sekitar 20 atau 21 tahun.

Saat itu, dia menantang murid-murid dari Sekolah Pedang Yoshioka yang pada saat itu adalah satu dari delapan perguruan bela diri terkenal di Kyoto.

Ayahnya pernah bertarung dengan pemilik perguruan itu, dan menang dua dari tiga ronde di hadapan Shogun Ashikaga Yoshiaki, yang memberi julukan "Tak Tertandingi di Bumi" kepada Munisai.

Awalnya, Musashi menantang kepala perguruan, Yoshioka Seijuro, yang kemudian menyepakati duel dilakukan di Rendaiji.

Saat hari pertarungan, Musashi datang terlambat yang kemudian menuai kemarahan dari Seijuro hingga dia tak bisa mengendalikan gaya berpedangnya.

Ketika mereka berhadapan, dengan mudah Musashi menghancurkan bahu kiri Seijuro yang mewariskan perguruan ke adiknya, Yoshioka Denshichiro.

Denshichiro menantang Musashi untuk balas dendam. Dia menggunakan tongkat besi. Namun, untuk kedua kalinya, Musashi datang terlambat.

Ketika Musashi melihat senjata Denshichiro, dia melucutinya, dan mengalahkannya sehingga membuat keluarga Yoshiaki marah.

Kali ini kepala baru perguruan, Yoshioka Matashichiro, melakukan manuver dengan membawa pasukan berisi ahli pedang dan pemanah.

Kali ini, Musashi datang lebih awal beberapa jam. Dia bersembunyi, dan melakukan serangan mendadak serta membunuh Matashichiro.

Musashi berusaha melarikan diri dari kepungan pengikut keluarga Yoshioka.

Untuk melawan mereka, dia terpaksa menarik pedang keduanya, sehingga muncul aliran dua pedang atau niten'ichi.

Setelah meninggalkan Kyoto, beberapa dokumen menceritakan Musashi sempat berkunjung ke Hozoin di Nara. Di mana dia berduel dan belajar dari biksu setempat.

Antara 1605-1612, dia bepergian ke seluruh Jepang sebagai musha shugyo, atau samurai peziarah yang mengasah kemampuan lewat duel.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved