Breaking News
Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pastor Marcellus

In Memoriam Pastor Marcel Rarun, Misionaris Penuh Cinta dan Pencipta Lagu Harmoni Kerukunan

Selamat bersama belasan penumpang dalam kecelakaan pesawat di Gorontalo, Pastor Marcel mendapat "berkat Tuhan dengan berlimpah ruah".

Dokumentasi David Manewus
Uskup Manado Mgr Rolly Untu MSC bersama Uskup Emeritus Joseph Suwatan MSC serta para imam di Keuskupan Manado mengelilingi peti jenazah Pastor Marcel Rarun MSC dalam misa rekuiem di Gereja Hati Kudus Yesus Karombasan, Manado, Kamis (8/7/2021). 

Uskup mengaku mendapat ucapan doa dari para uskup dan imam di mana Pastor Marcel pernah berkarya, apalagi dari Sulawesi Selatan.

Ayah dari Pastor Marcel pernah menjadi misionaris awam di Sulawesi Selatan.

Selain ayah Pastor Marcel, sejumlah misionaris awam dari Sulawesi Utara diutus ke Sulawesi Selatan.

Ada Bapak Mengko dan Bapak Paat yang anaknya juga menjadi pastor. Para misionaris awam itu disebut “Penolong”.

Mereka mewartakan iman Katolik dengan menjadi guru agama. Mereka bukan mengajar membaca tapi memberi pengajaran iman.

Karena itu, Pastor Marcel Rarun lahir di Makale, Tana Toraja, pada tahun 1940. Fakta itu juga dibacakan dalam riwayat hidupnya.

Dalam misa, Uskup Rolly mengatakan, ia menggabungkan dua bacaan. Sebuah bacaan yang dipilih dan bacaan Injil liturgi hari ini (Kamis).

Bacaan pertama pokok pertanyaannya, "Apa yang memisahkan kita pada tubuh Kristus?".

Sementara bacaan Injil pokoknya ialah "Pergilah mewartakan Injil. Kerajaan Allah sudah dekat".

Menurutnya, Pastor Marcel yang sempat disemayamkan di Gereja Paroki Santo Yohanes Penginjil Laikit, tempat asalnya, memiliki energi misioner.

Uskup mengatakan, Pastor Terry Ponomban, spiritualis Keuskupan Manado, sudah membuat video tentang Pastor Marcel.

Pastor Marsel, seperti dikutip Uskup Rolly, memiliki api yang tidak padam. Itulah api cinta.

Cinta Tuhan itu tetap ada mengatasi kematian.

Ayub bahkan untuk itu pernah berkata, "Tuhan yang memberi. Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan."

“Dengan telanjang kita lahir dari kandungan ibu. Dengan telanjang pula kita akan kembali kepadanya."

Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved