Penanganan Covid
Kasus Covid-19 di Sulut Terus Naik, dr Jusuf Minta Masyarakat Ikut Vaksinasi
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di 10 kabupaten/kota.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Seiring meningkatnya kasus virus corona (Covid-19) di Sulawesi Utara, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di 10 kabupaten/kota.
Sepuluh daerah tersebut adalah Manado, Tomohon, Bitung, Kepulauan Sangihe, Minahasa Tenggara, Minahasa, Bolaang Mongondow Timur, Kotamobagu, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Prof Dr R D Kandouw Manado, dr Jusuf Tedjo membenarkan adanya peningkatan kasus Covid-19.
"Secara keseluruhan dari yang saya alami, tahun 2020 memang kasus agak tinggi. Kemudian pada Februari-April 2021 kasus agak rendah, lalu mulai naik sekitar 2-3 minggu lalu," ujar dr Jusuf dalam acara Tribun BakuDapa dengan tema "Kiat Melewati Pandemi Covid-19", Selasa (6/7/2021).
Salah satu kasus yang meningkat disebabkan karena adanya kluster keluarga.
Ada pula masyarakat yang sudah vaksin tetap terpapar Covid-19 namun dengan gejala ringan.
Terkait hal tersebut dr Jusuf meminta masyarakat mengikuti program vaksinasi yang telah dicanangkan pemerintah.
"Pertama kita harus yakin kepada yang punya otoritas dan kompetensi. Kalau di negara kita yang berkompetensi tinggi adalah BPOM. Vaksin yang sudah beredar itu sudah lolos uji keamanan dan keefektivitasannya di BPOM," kata dr Jusuf.
Kemudian penentuan kelompok-kelompok yang menerima vaksin juga sudah melalui pengkajian sehingga masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk mengikuti vaksinasi.
Vaksin yang diluncurkan pun masih efektif melindungi diri dari virus corona varian baru.
"Saya tidak mengatakan bahwa kita yang sudah divaksin pasti akan terlindung 100 persen dari Covid-19. Yang perlu kita pahami ketika kita sudah vaksin dan ada virus masuk, bisa saja kita tetap sakit tetapi hanya gejala ringan," terang dr Jusuf.
Vaksin yang beredar pun masih terus dipantau efektivitas dan efek sampingnya.
Jika merugikan masyarakat pasti pemerintah tidak akan ragu untuk mencabut vaksin tersebut.
"Vaksin saya kira ada efeknya, maka sekarang anak-anak pun sudah divaksin juga. Apalagi anak-anak kan tidak asing dengan vaksinasi," tutup dr Jusuf.(*)
• SOSOK Dian Piesesha, Penyanyi Legendaris yang Pernah Vakum karena Alami Kelumpuhan, Begini Kabarnya
• Pengamat Sulut Nilai Kepala Daerah dari PDI-P Masih Digdaya di Pilkada 2024
• Apa Itu Efikasi Vaksin? Disebut Sangat Penting dalam Melindungi dari Virus Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dr-jusuf-dalam-acara-tribun-bakudapa-selasa-672021.jpg)