Breaking News:

Berita Sulut

Ramai Penolakan PT TMS Keruk Emas di Pulau Sangihe, Begini Respons Gubernur Olly Dondokambey

Gerakan menolak operasi PT Tambang Mas Sangihe di Pulau Sangihe terus mengemuka

Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Humas Pemprov Sulut
Gubernur Olly Dondokambey 

Sekadar informasi PT TMS mengantongi kontrak karya yang dikeluarkan pemerintah pusat

" Jadi tanya saja di Jakarta," kata Gubernur.

Kantor Gubernur 'digoyang' aksi demonstrasi dari Mahasiswa dan Pecinta Alam di Provinsi Sulut, Senin (21/6/2021)

Pendemo tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa dan Komunitas Pecinta Alam Sulut.

Mereka menolak kehadiran PT Tambang Mas Sangihe (TMS) beroperasi mengeruk emas dari Pulau Sangihe.

Demo di lobi Kantor Gubernur itu diterima Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sulut, Edison Humiang didampingi Kepala Energi Sumber Daya Mineral, Fransiskus Maindoka, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Marly Gumalag.

Para pendemo berorasi dan mengangkat spanduk penolakan aktivitas pertambangan PT TMS bertuliskan Save Sangihe Tolak PT TMS.

Baca juga: Warga Ini Selamatkan 8 Ekor Kucing di Lokasi Kebakaran Hebat di Pasar Tua Bitung

Intinya mereka meminta Pemprov Sulut meneruskan aspirasi ke Pemerintah Pusat untuk mencabut izin operasi PT TMS.

Kurnia Surentu, koordinator lapangan aksi demo menegaskan, tambang akan merusak alam dan lingkungan, serta merugikan masyarakat Sangihe.

"Kami meminta Pak Gubernur untuk menyampaikan aspirasi kami ke pemerintah pusat agar izin PT Tambang Mas Sangihe dicabut secepatnya," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved