Cakalang Fufu
Banyak Dicari Wisatawan, Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Penjualan Cakalang Fufu
Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi yang digemari wisatawan mancanegara maupun lokal
Penulis: Isvara Savitri | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi yang digemari wisatawan mancanegara maupun lokal.
Tak hanya memiliki keindahan alam, makanannya pun juga terkenal lezat.
Salah satu makanan yang banyak dicari adalah cakalang fufu.
Di pinggir Jalan Trans Sulawesi, Tambala, Tombariri, Minahasa banyak pedagang menjajakan cakalang fufu yang masih diasapi.
Saat ditemui tim Tribunmanado.co.id, salah satu pedagang yang bernama Gani sedang sibuk mengasapi cakalang dagangannya.
Baca juga: Kebakaran di Pasar Tua Bitung, Warga Padamkan Api Pakai Es Batu, Air Sumur hingga Mobil Damkar
Untuk mengasapi cakalang fufu, Gani harus menggunakan kulit atau tempurung kelapa.
"Karena tempatnya kecil pembakarannya tidak bisa pakai kayu. Lagipula kalau pakai kayu apinya jadi besar dan tidak bagus nanti hasilnya," terang Gani, Rabu (23/6/2021).
Pengasapan dengan api yang besar menurut Gani akan membuat kulit cakalang lebih cepat gosong namun mentah dagingnya.
Ia sendiri sudah berjualan di tempat tersebut selama kurang lebih 10 tahun.
Gani mengaku adanya pandemi virus corona (Covid-19) tak berpengaruh banyak terhadap penjualan.
Hal tersebut karena masyarakat Manado, Minahasa dan sekitarnya masih banyak yang membeli barang dagangannya.
Satu ekor cakalang fufu ia jual dengan harga Rp 45 ribu.
"Sehari kalau sedang lancar bisa mengantongi Rp 1 juta-Rp 2 juta," pungkas Gani.(*)
Baca juga: Sosok Teddy Kumaat di Mata Pelayan Khusus Kolom, Syamas Chally Tirayoh: Beliau Bersahaja
Baca juga: Tampil Maksimal di STQ Sulut, Yamin Isa Optimis Bisa Banggakan Nama Bolsel