Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ledakan Bom

Bom Meledak di Kabul, 10 Orang Tewas

Bom meledak secara berurutan di lokasi terpisah di lingkungan Kabul barat Selasa malam, menewaskan sedikitnya 10 orang

Editor: Ventrico Nonutu
AP PHOTO/RAHMAT GUL
Lokasi terjadinya ledakan bom mobil di Kabul, ibu kota Afghanistan, Minggu (20/12/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi ledakan bom di Kabul, ibukota Afghanistan, Selasa (1/6/2021) malam.

Ledakan tersebut membuat kota tersebut gelap gulita.

Tak hanya itu, dikabarkan setidaknya ada 10 orang meninggal dunia akibat ledakan itu.

Baca juga: DAFTAR Nama Pemain Timnas Italia untuk Euro 2020, Roberto Mancini Depak 3 Pemain, Siapa Saja?

Baca juga: Masih Ingat Mary Jane Terpidana Mati Narkoba? 11 Tahun Tunggu Eksekusi, Kabar di Penjara Tak Terduga

Wakil Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Said Hamid Rushan, mengatakan dua bom meledak secara berurutan di lokasi terpisah di lingkungan Kabul barat Selasa malam, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai belasan lainnya.

Sementara Juru Bicara Departemen Pasokan Listrik Pemerintah, Sangar Niazai, mengatakan bom ketiga merusak parah stasiun jaringan listrik di Kabul utara.


Foto: Sekira lima orang, termasuk empat dokter tewas setelah bom yang dipasang di mobil mereka meledak di Ibu Kota Afghanistan, Kabul pada Selasa (22/12/2020).

Rushan mengatakan, dua pemboman awal, keduanya menargetkan minivan, terjadi di sebagian besar daerah etnis Hazara di ibu kota.

Bom pertama meledak di dekat rumah seorang pemimpin terkemuka Hazara, Mohammad Mohaqiq, dan di depan sebuah masjid Syiah.

Mayoritas komunitas Hazara adalah Muslim Syiah.

Bom kedua juga menargetkan sebuah minivan tetapi Rushan mengatakan rinciannya masih ditindaklanjuti.

Polisi menutup kedua area tersebut dan para penyelidik sedang menyeleksi puing-puing.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman tersebut.

Afiliasi ISIL (ISIS) yang beroperasi di Afghanistan sebelumnya telah menyatakan perang terhadap minoritas Muslim Syiah, yang merupakan sekitar 20 persen dari mayoritas negara Muslim Sunni yang berpenduduk 36 juta orang.

Afiliasi ISIS sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan di pembangkit listrik Afghanistan di Kabul dan di beberapa provinsi lainnya Mei lalu.

Pada tanggal 8 Mei, sebuah bom mobil dan dua bom pinggir jalan meledak di luar sekolah putri Syed-al-Shahada, juga di lingkungan yang didominasi Hazara.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved