Kesehatan
Mengenal Polio, Penyakit yang Menyerang Sistem Saraf Manusia
Berikut tentang penyakit polio, mulai dari gejala hingga cara mencegahnya.
TRIBUNMANADO.CO.ID, KESEHATAN - Polio merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok di Indonesia.
Polio sendiri adalah salah satu penyakit infeksi yang disebabkan virus polio.
Virus polio ini disebarkan melalui makanan, minuman, bahkan melalui tangan yang terkontaminasi kotoran maupun dahak penderita.
Penyakit yang memiliki nama lain poliomyelitis ini biasanya menyerang saluran pencernaan dan sistem saraf manusia.
Berikut informasi lengkap soal penyakit polio.
Ilustrasi vaksinasi polio. (Freepik.com)
Gejala
Gejala dari polio tipe non-paralisis adalah sebagai berikut:
1. Demam.
2. Nyeri menelan.
3. Nyeri kepala.
Baca juga: Pemkab Sitaro Terima Kuota Formasi Penerimaan CPNS dan PPPK 2021, Berikut Rinciannya
Baca juga: Bitung Bakal Buka Rekrutmen CPNS, Ini Kebutuhannya
4. Muntah.
5. Lemas.
6. Meningitis.
Gejala dari polio tipe paralisis yaitu sebagai berikut:
1. Gejala awal yang muncul dapat menyerupai polio tipe non-paralisis namun setelah satu minggu, gejala lainnya akan mengikuti.
Imunisasi polio pada anak. (Tribun Timur/Istimewa)
2. Kehilangan refleks.
3. Nyeri otot dan kram otot yang parah.
4. Kaki menjadi terkulai.
5. Paralisis yang terjadi tiba-tiba, hal ini dapat bersifat temporer maupun permanen.
6. Kelainan ekstremitas bawah, terutama pada pinggul dan pergelangan kaki.
Baca juga: Dikenal Miliki Teknologi Militer Canggih di Dunia, Berikut Negara Pemasok Senjata Terbesar ke Israel
Baca juga: Gubernur Papua Barat Digugat Politikus NasDem Inisial RS ke KPK, Masalah Dana Seratusan Miliar
Cara Menangani
Penyakit polio hingga saat ini belum ditemukan obatnya.
Oleh karena itu, pengobatan baru hanya ditujukan untuk mengobati gejala dan menghindari timbulnya komplikasi yang lebih berat akibat infeksi virus polio tersebut.
Berikut ini beberapa hal yang bisa saja dilakukan untuk penanganan penyakit polio:
1. Antibiotik diberikan untuk membunuh bakteri sekunder yang muncul setelah penderita terinfeksi firus polio.
Seorang anak mendapatkan imunisasi polio. (Kompas.com/Bahana Patria Gupta)
2. Obat penghilang rasa sakit.
3. Penggunaan alat-alat bantuan pernapasan saat sistem pernapasan terganggu.
4. Obat-obat untuk mengurangi kekakuan pada otot-otot.
5. Olah gerak.
6. Urut otot.
7. Fisioterapi.
8. Pola makan yang sehat.
Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Menualah Bersamaku - Naff, (Menikah Denganmu Tujuan Hidupku)
Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Seperti Kisah - Rizky Febian, Kunci Dasar dari C
Pencegahan
1. Imunisasi polio yang biasanya dilakukukan saat bayi atau anak-anak. Vaksin ini ada dua jenis, yakni vaksin salk (vaksi virus polio yang tidak aktif) dan vaksin sabin (vaksin virus polio yang aktif).
2. Bila memasak air harus mendidih dengan sempurna. Hal ini penting karena suhu tinggi bisa mematikan virus polio. Begitu juga sebaliknya, virus bisa bertahan lama dalam keadan beku atau suhu yang rendah.
3. Biasakan menjalani pola hidup yang sehat.
4. Terapkan sanitasi yang baik dan bersih.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Polio (poliomyelitis).
Berita lainnya terkait Kesehatan.