Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Ledakan Kasus Covid-19 Bakal Terjadi Dua Bulan Lagi, Menkes Khawatir

Menurut Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Australia, ledakan kasus covid-19 akan terjadi.

Editor: Rizali Posumah
SHUTTER STOCK
Ilustrasi Covid-19 atau Virus Corona 

"Kita mesti hati-hati. Caranya pakai masker untuk menahan laju penularan mutasi baru tetapi itu masyarakat. Untuk Dinas Kesehatan harus dilakukan testing dan tracingnya diperbanyak. Kalau kalau testingnya sedikit, itu bisa meledak. Apalagi dengan adanya mutasi baru kita harus lebih agresif," ungkap Budi. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher juga mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi lonjakan kasus covid-19 usai Idulfitri."Larangan mudik yang diberlakukan pemerintah tidak berjalan efektif. Jutaan  orang tetap  mudik menjelang lebaran kemarin. Pemerintah  harus mewaspadai dan mengantisipasi  lonjakan kasus, apalagi dari tes acak yang dilakukan terhadap pemudik, ditemukan kasus positif dalam proporsi signifikan," kata Netty.

Potensi lonjakan kasus COVID-19 pasca lebaran, kata Netty dikuatkan dengan fakta  membludaknya pengunjung di sejumlah tempat wisata saat libur lebaran.

"Sejumlah tempat wisata yang dibuka dibanjiri pengunjung.  Pembatasan kapasitas tidak mampu  menahan antusias masyarakat untuk berwisata. Petugas juga sampai kewalahan dan tidak sanggup menjaga penerapan prokes, sehingga yang terjadi adalah kerumunan yang lebih parah dari mudik. Ini harus menjadi catatan bagi pemerintah untuk menyiapkan skenario terburuk," katanya.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini, pemerintah harus menyiapkan infrastruktur  dan SDM kesehatan dengan skenario terburuk agar Indonesia tidak berakhir seperti kasus 'tsunami' COVID-19 di India.

"Kalau kita sudah memikirkan  skenario terburuk, kita tentunya akan lebih sigap lagi. Misalnya saja soal sistem dan fasilitas kesehatan kita, siap atau tidak? Tempat-tempat  tidur dan  ruang ICU di RS harus ditambah agar kita lebih siap jika terjadi lonjakan kasus. Jangan sampai kita seperti India yang kasusnya melonjak usai perayaan hari keagamaan," katanya.

Lebih lanjut, Netty meminta pemerintah meningkatkan tes COVID-19, khususnya kepada masyarakat yang kembali ke kota usai mudik dan yang pergi berwisata.

"Tingkatkan tes COVID-19 kepada mereka yang kembali dari mudik dan berwisata secara teliti. Bagi mereka yang terbukti positif harus diberlakukan isolasi dan diawasi secara ketat. Seharusnya pelacakan tidak hanya kepada mereka yang mudik, tapi juga bagi mereka yang terbukti berwisata ke tempat-tempat yang over kapasitas," ujarnya. (Tribun Network/ais/dit/rin/wly)

Hendropriyono: Negara Kita Diserang Ideologi Khilafah, Palestina-Israel Bukan Urusan Kita

Apa Itu Qunut Nazilah untuk Palestina? Doa yang Diserukan Ulama Agar Dibaca Umat Muslim Saat Sholat

Wawancara Eksklusif Direktur PJKAKI KPK: Pegawai KPK Ada yang Disuruh Pilih Alquran atau Pancasila

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved