Breaking News:

AS Mulai Mempersulit ISIS, Sasar Fasilitator Transfer Uang

AS akan mempersulit proses memindahkan uang ke ISIS, termasuk sumbangan dari pendukung internasional, melalui Suriah dan Turki.

AHMAD AL-RUBAYE / AFP
PBB memperkirakan sekitar 20.000-30.000 warga etnis Yazidi masih terjebak di Gunung Sinjar setelah melarikan diri dari kejaran ISIS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Eksistensi kelompok teroris ISIS masih terjaga karena masih mendapat pasokan dana dari sejumlah pihak.

Menyadari hal tersebut, Amerika Serikat (AS) mengambil langkah baru untuk mempersulit kelompok teror tersebut.

Mengutip warta VOA Indonesia, Selasa (18/5/2021), AS akan mempersulit proses memindahkan uang ke ISIS, termasuk sumbangan dari pendukung internasional, melalui Suriah dan Turki.

Departemen Keuangan AS, Senin (17/5/2021), mengumumkan sanksi terhadap tiga orang dan satu perusahaan.

Semua pihak tersebut memainkan peran kunci dalam apa yang oleh para pejabat digambarkan sebagai jaringan keuangan terlarang kelompok teror itu.

Salah seorang individu yang dijatuhi sanksi, Alaa Khanfurah, dituduh menggunakan perusahaan jasa keuangannya yang berbasis di Turki untuk mentransfer ribuan dolar ke agen-agen ISIS di seluruh Suriah.

Para pejabat Departemen Keuangan AS juga mengatakan Khanfurah pada 2017 dan sekali lagi pada 2019 memfasilitasi transfer uang antara para pemimpin puncak ISIS.

Sanksi baru itu juga menarget Perusahaan Al-Fay, bisnis jasa keuangan yang berbasis di Turki, dan dua bersaudara, Idris al-Fay dan Ibrahim al-Fay.

Departemen Keuangan AS mengatakan Idris al-Fay telah menggunakan perusahaan tersebut untuk menyalurkan donasi kepada para anggota ISIS.

Penyaluran termasuk ke agen-agen yang bekerja di kamp pengungsi al-Hol di Suriah timur laut.

Menurut pernyataan departemen itu, Idris al-Fay kini ditahan di Irak. (*)

Baca juga: Praka Muhamad Alif Nur dan Prada Ardi Yudi Ardianto Gugur Dibacok OTK, Pelaku Diburuh TNI Polri

Baca juga: Kasus Covid-19 di India Mulai Menurun, Tetapi Krisis Belum Usai

Baca juga: Wagub DKI Jakarta Ariza Minta Maaf ke Umat Islam, Kenapa?

Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved