Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Tomohon

Mengenyam Pendidikan di Balik Jeruji Besi, Masuk Saat Putus Sekolah, Keluar Bawa Pulang 2 Ijazah

Dengan menggunakan seragam putih hitam dan berbekal alat tulis, Daniel dan WBP lainnya terlihat begitu serius menjawab soal-soal ujian

Penulis: Hesly Marentek | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Hesly Marentek
ujian Paket C bersama beberapa Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tomohon 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Raut wajah Daniel Katiandago terlihat begitu bersemangat.

Pemuda 23 tahun asal Kota Tomohon ini tengah mengikuti ujian Paket C bersama beberapa Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tomohon lain.

Dengan menggunakan seragam putih hitam dan berbekal alat tulis, Daniel dan WBP lainnya terlihat begitu serius menjawab soal-soal ujian perdana yang digelar di ruang belajar LPKA Tomohon, Jumat (30/4/2021).

Selepas ujian Daniel pun menyempatkan waktu berbicang bersama wartawan Tribun Manado.

Baca juga: May Day Sulut Akan Diisi Orasi, Bersih Pantai dan Bagi Takjil

Baca juga: Kapolresta Manado Ajak Anak Yatim ke Mal Beli Baju Baru, Kapolres: Mereka Sangat Senang

Baca juga: Cerita Rakyat Batu Hua Hua asal Bolsel Raih Peringkat II di Lomba Simak Budaya Torang

Sambil mengusap keringat, pemuda berbadan kekar ini perlahan menceritakan pengalaman pertama mengikuti ujian paket C.

"Sedikit gugup sih tadi. Tapi perlahan mulai rileks dan untungnya bisa mengisi semua soal ujian," ujarnya.

Selain mengikut kelas yang disiapkan pihak LPKA, belajar mandiri juga menjadi modal menghadapi ujian paket C.

Baca juga: Kapan Inter Milan Bisa Raih Scudetto Liga Italia? Berikut Skenario Menang dan Seri Pekan ke-34

Baca juga: Pemkot Kotamobagu Sediakan Tabung Tambahan Antisipasi Kelangkaan Gas

"Kan ada kelas setiap Minggu. Tapi juga saya belajar sendiri, terutama terkait pengetahuan-pengetahuan umum," ucapnya.

Daniel sendiri merupakan WBP yang sudah hampir 4 tahun menjalani masa hukuman.

1 tahun pertama di Lembaga Pemasyarakatan Tondano, selanjutnya sejak 2018 dia dipindahkan ke LPKA Tomohon.

Dalam menjalani masa hukuman dia mengaku mendapat banyak pelanjaran penting.

Baca juga: Kimia Farma Tak Kunjung Minta Maaf, Padahal 5 Pegawainya Tersangka Tes Antigen Bekas, Ada Apa?

Baca juga: Jejak Politik Sri Wahyumi Manalip, Dipecat PDIP Lompat ke Hanura, Kalah Pilkada dan Ditangkap KPK

Selain efek jera atas perbuatan yang telah ia lakukan, dirinya turut bersyukur bisa menyelesaikan dua jejang pendidikan sekaligus.

Maklum saja, sebelum menjalani hukuman ia harus putus sekolah saat berada di bangku kelas 3 SMP.

"Saya putus sekolah saat kelas 3 SMP. Waktu karena sudah ikut kerja. Nah saya Bersyukur setelah masuk di LPKA saya dapat kesempatan ikut ujian paket B. Kemudian sekarang bisa ikut paket C, tentu ini kesempatan yang jangan disia-siakan," ungkap Daniel.

Usai menjalani hukuman, dirinya mempunyai harapan besar. Ingin meninggalkan hidup lama dan memulai lembaran baru.

Baca juga: Daftar Harga iPhone Terbaru Akhir Bulan April yang Dijual iBox, Mulai dari iPhone X hingga iPhone Xs

Baca juga: Peringati May Day, Polres Minsel Siaga Satu, FSBSI akan Gelar Upacara di Manado

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved