Berita Internasional
Cari Bantuan Oksigen, Pria di India Dituntut Polisi Daerah Paling Terdampak Covid-19
Shashank Yadav dituduh menyebarkan desas-desus tentang kekurangan oksigen oleh Petugas di negara bagian Uttar Pradesh.
Kini, krisis paling dalam akibat 'tsunami' Covid-19 ini terjadi di kuburan dan beberapa krematorium India yang kewalahan.
Di pusat kota Bhopal, beberapa krematorium telah meningkatkan kapasitasnya dari puluhan tumpukan kayu menjadi lebih dari 50.
Namun, pasien yang akan dikremasi masih diharuskan antre selama berjam-jam.
Seperti di krematorium Bhadbhada Vishram Ghat, para pekerja mengkremasi lebih dari 110 orang pada Sabtu lalu.
Tetapi, pemerintah di kota yang berpenduduk 1,8 juta jiwa itu justru menyebut jumlah total kematian akibat Covid-19 hanya 10 kasus.
Padahal, pejabat di krematorium mengakui, 'tsunami' Covid-19 itu menyerang penduduknya seperti monster.
"Virus itu menelan penduduk kota kami seperti monster," kata Mamtesh Sharma, seorang pejabat di krematorium tersebut.
Akibat serbuan jenazah itu, krematorium harus melewatkan upacara dengan ritual lengkap seperti yang diyakini umat Hindu.
"Kami hanya membakar mayat saat mereka tiba. Seolah-olah kita berada di tengah perang," kata Sharma.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dianggap Sebarkan Ketakutan, Pria di India Dituntut Polisi karena Cari Bantuan Oksigen di Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/anggota-keluarga-berduka-setelah-shayam-narayan-india.jpg)