Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Cari Bantuan Oksigen, Pria di India Dituntut Polisi Daerah Paling Terdampak Covid-19

Shashank Yadav dituduh menyebarkan desas-desus tentang kekurangan oksigen oleh Petugas di negara bagian Uttar Pradesh.

Editor: Ventrico Nonutu
ANTARA FOTO/REUTERS/DANISH SIDDIQUI
Anggota keluarga berduka setelah Shayam Narayan dinyatakan meninggal dunia di luar bangsal penyakit virus korona (COVID-19) di rumah sakit Guru Teg Bahadur, di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Jumat (23/4/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pria di India dituntut polisi setempat.

Pria tersebut bernama Shashank Yadav.

Tuntutan tersebut dilakukan setelah Shashank Yadav yang mencoba menggunakan Twitter untuk mencari tabung oksigen bagi kakeknya yang sedang sekarat.

Baca juga: Nathalie Holscher Blokir Nomor WA Oma Hetty, Ada Apa? Ini Tanggapan Hetty Holscher

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Siang, 3 Orang Tewas di Tempat, Innova Travel Ringsek Hingga Penumpang Terjepit

Shashank Yadav dituduh menyebarkan desas-desus tentang kekurangan oksigen oleh Petugas di negara bagian Uttar Pradesh.

Isu itu disebarkan dengan maksud untuk menyebabkan ketakutan atau kekhawatiran.

Mengutip dari BBC, Yadav disebut bisa menghadapi ancaman penjara atas cuitannya.


Foto: Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021).

Uttar Pradesh adalah salah satu negara bagian yang paling parah terkena dampak Covid-19 di India.

Ketua Menteri negara bagian Uttar Pradesh, Yogi Adityanath dituduh meremehkan parahnya krisis virus corona.

Awal pekan ini, Adityanath, sekutu sayap kanan Perdana Menteri Narendra Modi, menuntut agar siapapun yang menyebarkan desas-desus dan propaganda, propertinya harus disita.

Dia juga mengatakan tidak ada rumah sakit negara bagian yang kekurangan oksigen.

Padahal, pemandangan sistem kesehatan yang kewalahan telah terungkap.

Petugas di kota Amethi mengklaim "tweet palsu" Yadav telah mendorong orang lain untuk membuat tuduhan terhadap pemerintah.

Hingga akhirnya mereka mengajukan tuntutan pidana terhadap Yadav pada Selasa (27/4/2021) malam.

"Shashank Yadav telah dituntut karena menyebarkan informasi yang menyesatkan," kata Arpit Kapoor, seorang perwira polisi senior di Amethi, dikutip Indian Express.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved