Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lapas Perempuan Manado

Melihat Beragam Kreativitas di Balik Tembok Lapas Perempuan Kelas II B Manado

Tak selamanya kata Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dikaitkan stigma negatif.

Penulis: Hesly Marentek | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Hesly Marentek
Aktivitas WBP Lapas Perempuan Kelas II B Manado dalam mengembangkan kreativitas. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak selamanya kata Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dikaitkan stigma negatif.

Sebab di balik tembok Lapas, terdapat beragam kreativitas yang muncul dari para narapidana. Seperti di Lapas Perempuan Kelas II B Manado.

Lapas yang sejatinya terletak di Kelurahan Kolongan Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, ini menampung 52 narapidana perempuan. 

Mereka yang keseharian disebut sebagai Warga Binaan Pemasyarakat (WBP) 

Baca juga: Ada Mujizat dan Keajaiban di Balik Kebakaran di Bitung, Satu Orang Terbangun hingga Alkitab Utuh

TNI AL Bantah KRI Nanggala-402 Tenggelam Karena Kelebihan Muatan, Ternyata Ini Jumlah Kapasitasnya

Baca juga: JR Sulut Bayar Santunan ke Ahli Waris Meikel Maringka dan Korban Lain Lakalantas Depan Kodam

Dalam mengisi kesehariannya para WBP ini mengikuti sejumlah pelatihan kreativitas yang merupakan bagian dari pembinaan.

Ada yang mengikuti pelatihan pekerja salon kecantikan, spa, sablon dan jahit.

Serta ada juga yang menyalurkan hobi di bagian kuliner seperti koki ataupun diberi pelatihan sebagai Barista.

Lapas Perempuan Kelas II B Manado
Lapas Perempuan Kelas II B Manado (Tribun Manado / Hesly Marentek)

Baca juga: Bagaimana Zakat dari Gaji dan Hukum Memberi Zakat kepada Janda? Simak Penjelasan Quraish Shihab

Baca juga: Wali Kota Manado Vicky Lumentut: Anak-anak dan Lansia Boleh Masuk Mal

Baca juga: Bikin Baper, Arya Saloka & Amanda Manopo Tetap Mesra di Luar Adegan Syuting, Al Pegang Tangan Andin

"Di sini mereka disuruh memilih ingin mengembangkan kreativitas sesuai minat dan bakat," ujar Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Manado Gayatri Rachmi Rilowati, AmdIP SH MHum, Selasa (27/4/2021).

Dikatakan Gayatri, seperti halnya di lapas lain di Indonesia, Lapas Perempuan Kelas II B Manado ini dilakukan pembinaan kepribadian dan kemandirian.

"Pembinaan kepribadian yang dimaksud seperti rohani jasmani, pendidikan dan pendidikan budi pekerti," ujarnya.

Baca juga: Keluarga Tolak Hasil Autopsi Jasad Eks Kepala BPBD Minsel, Demi Tuhan Lidah Tidak Menjulur

Baca juga: Watu Panimbe Minawanua: Jejak Peradaban Masyarakat Adat Toudano

Baca juga: HEBOH, Banjir Diskon Harga HP iPhone di Akhir Bulan April 2021, Potongan hingga Rp 2 Juta, Buruan!

"Sementara pembinaan kemandirian kita memiliki beberapa jenis kegiatan yaitu Salon kecantikan, Kuliner Barista, sablon dan pembuatan bunga dari sabun atupun barang lain. Lalu baru-baru ini kita melaksanakan kegiatan membatik," sambung Gayatri.

Adapun saat Tribun Manado diberi kesempatan menyambangi dalam lapas, tampak para WBP tengah melakukan beragam aktivitas masing-masing.

Seperti diruang pelatihan salon kecantikan, terlihat seorang perempuan yang merupakan WBP melakukan kegiatan krimbat rambut terhadap sesama WBP.

"Kalau sudah bertugas seperti ini berarti sudah dinyatakan lulus kursus. Mereka akan mendapat sertifikat lembaga kursus dan pelatihan," kata salah satu petugas Lapas Perempuan Kelas II B Manado.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun di Jalan Ringroad Manado, Rem Tronton Blong, Hantam 4 Kendaraan

Baca juga: Pekan Ini, BPD di Beberapa Desa di Kotamobagu Akan Segera Dilantik

Baca juga: Setelah Kepala BIN Papua, Bharada Komang Gugur saat Baku Tembak dengan KKB Papua Jam 12.30 WIT

Selanjutnya di ruang dapur terlihat para WBP yang sukses mengikuti pelatihan kuliner bertugas sebagai koki.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved