Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penemuan Mayat di Tomohon

Temuan Tak Lazim Kematian Evia Mahasiswi Unima Sulut Menurut Penasihat Hukum

Temuan tak lazim atas kematian Evia atau Antoineta Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswi di Unima, Sulut.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Frandi Piring
Tribun Manado/Handout
MAHASISWI UNIMA MENINGGAL - Antoineta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal secara tak wajar di kos Tomohon, Sulawesi Utara. Kabar terbaru Kuasa Hukum keluarga korban, Cyprus Tatali menjelaskan temuan tak lazim/kejanggalan kematian Evia. 

Ringkasan Berita:
  • Temuan tak lazim atas kematian Evia atau Antoineta Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswi di Unima, Sulut.
  • Kejanggalan muncul hingga keluarga menduga Evia dibunuh. 
  • Keanehan yang sebelumnya muncul adalah adanya bekas luka lebam di sejumlah bagian tubuh Evia

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pihak korban menuturkan temuan tak lazim atas kematian Evia atau Antoineta Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswi di Universitas Negeri Manado (Unima).

Sebelumnya Evia diduga mengakhiri hidup di sebuah indekos, wilayah Kaaten, Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut).

Tapi beberapa kejanggalan muncul hingga keluarga menduga Evia dibunuh. 

Penasihat Hukum keluarga Evia, Cyprus Tatali menuturkan, keterangan pihak yang memandikan jenazah menyebut tidak tampak tanda-tanda bunuh diri pada jenazah Evia

"Matanya tidak melotot, lidah tidak keluar dan tak ditemui kotoran," kata dia Senin (5/1/2026). 

Beber dia, kejanggalan yang sebelumnya muncul adalah adanya bekas luka lebam di sejumlah bagian tubuh Evia

Selain itu posisi kaki Evia juga janggal saat ditemukan.

"Yang juga janggal adalah kain yang dipakai serta tempat Evia ditemukan yakni di depan ruang tamu dan bukan di kamar," katanya. 

Ia menuturkan, keluarga menerima apapun hasil penyelidikan polisi. Tapi semua harus ikut SOP.

Kasus Evia Maria

Evia Maria ditemukan meninggal di salah satu indekost di Kota Tomohon pada Selasa (30/12/2025).

Informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita. 

Penemuan berawal saat pemilik kost berinisial YR, yang tinggal di Kelurahan Matani Satu, menerima panggilan dari salah satu penghuni kost.

Dalam panggilan tersebut, YR diberitahu bahwa ada seorang penghuni yang ditemukan meninggal.

Mendengar hal itu, YR langsung bergegas menuju lokasi indekost.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved