Breaking News:

Quraish Shihab Menjawab

Akikah Menyambut Kelahiran Diperselisihkan Hukumnya oleh Ulama, Simak Penjelasan Quraish Shihab

Mazhab Hambali membolehkan melaksanakan akikah oleh yang bersangkutan sendiri walau setelah dia dewasa.

Jumadi Mappanganro
Buku M Quraish Shihab Menjawab: 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui. Buku ini satu dari puluhan judul buku karya Prof Dr Quraish Shihab 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Setiap bayi lahir dalam keluarga Muslim biasanya diikuti dengan melaksanakan akikah

Namun sebagian umat Muslim mempertanyakan antara lain: 

1. Bagaimana hukum akikah: sunnah ataukah wajib?

2. Apakah ada batas waktu pelaksanaan akikah?

3. Apakah hewan akikah bisa diberikan kepada panti asuhan atau anak yatim?

4. Bolehkah hewan untuk akikah dipotong di panti asuhan atau dipotong dahulu di rumah lalu dibagikan kepada anak yatim tanpa mengundang tetangga untuk acara tersebut?

Atas pertanyaan itu, berikut penjelasan pakar tafsir al-Quran terkemuka Prof Dr Quraish Shihab yang dikutip dari buku karyanya: M Quraish Shihab Menjawab: 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui (halaman 518-519).

Izzun Ramadhan Mappanganro membaca buku M Quraish Shihab Menjawab: 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui karya Prof Dr Quraish Shihab MA
Izzun Ramadhan Mappanganro membaca buku M Quraish Shihab Menjawab: 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui karya Prof Dr Quraish Shihab MA (jumadi mappanganro)

Akikah atau menyembelih binatang (kambing) menyambut kelahiran bagi diperselisihkan hukumnya oleh ulama.

Hal yang disepakati akikah bukan wajib. Ia hanya dinilai sunnah atau anjuran oleh mayoritas ulama.

Dalam mazhab Abu Hanifah, sunnah pun tidak karena dalam pandangan ulama mazhab ini, menyembelih hewan kurban pada Idul Adha dan tiga hari sesudahnya telah membatalkan anjuran Nabi saw untuk melaksanakan akikah.

Halaman
1234
Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved