Human Interest Story
Kisah Penjual Air Kelapa, Jual 400 Buah Kelapa di Masa Ramadan, Bagi Rezeki dengan Tukang Sampah
Air kelapa adalah salah satu menu berbuka puasa wajib. Kandungan mineral, kalium dan elektrolit di dalamnya dapat membantu menjaga stamina tubuh.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Air kelapa adalah salah satu menu berbuka puasa wajib.
Kandungan mineral, kalium dan elektrolit di dalamnya dapat membantu menjaga stamina tubuh.
Di Kelurahan Ketang Baru, salah satu pasar ramadhan di Manado, kios air kelapa milik Rivai Kadir adalah yang paling laris.
Sejak siang, kios itu tak pernah sepi pembeli. Warga memborong dia hingga sepuluh kelapa untuk bekal berbuka puasa.
Baca juga: Pemkab Talaud Bersinergi dengan Kejati Sulut Dalam Pendampingan Hukum
Baca juga: Ingat Rizki Pratama? Anak Megawati Soekarno Putri Digadang jadi Ketum PDIP, jadi Kartu Truf Ibunya
Baca juga: Selamat Berbuka Puasa, Ini Rekomendasi Doa Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunah Nabi Muhammad SAW
Ada yang membeli air kelapa dalam plastik.
Ada pula yang langsung minum dari kelapanya.
Harga air kelapa dalam kemasan Rp 6.000. Lebih mahal yang minum dari kelapanya, yakni Rp 10 ribu rupiah per buah.
Kios Rivai laris manis karena aslinya kios itu memang jual kelapa.
Baca juga: Tiba-tiba Saya Kaget, Ada Mobil Terbalik Melayang-layang Menimpa, Pengemudi Diduga Pengaruh Obat
Baca juga: AKP Octavianus Paparang hingga Lurah BATARKAM di Singkil dan Tuminting, Bawa Barang Besar ke Masjid
Baca juga: Ingat Rizki Pratama? Anak Megawati Soekarno Putri Digadang jadi Ketum PDIP, jadi Kartu Truf Ibunya
"Saya sudah 12 tahun jual air kelapa. Jadi memang penjual asli bukan penjual musiman yang hanya muncul di bulan Ramadhan," kata dia kepada Tribun Manado Selasa (16/4/2021) di kiosnya.
Sebut dia, sehari di bulan Ramadan ia bisa menjual 400 buah kelapa. Di hari biasa, ia hanya mampu menjual 150 kelapa.
"Trennya saya hafal. Kalau pertama puasa pasti banyak pelanggan. Jika sudah pertengahan ya menurun," ujar dia.
Ramadan tahun lalu, di masa menggilanya pendemi, ceritanya, kiosnya tak terlalu terpengaruh. Banyak kios kelapa tutup.
"Tinggal saya yang buka. Jadi semua pembeli ngumpul di sini," ujar dia.
Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Tonsea Lama Digegerkan Dengan Penemuan Mayat di DAS Tondano
Baca juga: Bacaan Bilal Saat Salat Tarawih 20 Rakaat Disertai Tulisan Latin, Artinya Lengkap Doa Kamilin
Baca juga: Potret Indah Permatasari di Rumah Bersama Arie Kriting, Netizen : Kek Ngga Keurus
Omzetnya pada Ramadan bisa mencapai Rp 4 juta sehari. Potong biaya pengeluaran, untung
kotornya Rp 3 jutaan.
Dalam keadaan berkecukupan, ia tak lupa sesamanya. Sampah kelapa sengaja ia berikan
pada seorang tukang sampah agar bisa beroleh penghasilan.