Gempa Lumajang
Cerita Pilu Maratih, Saksikan Saudaranya Tewas saat Gempa Guncang Lumajang: Abah Langsung Meninggal
Saat gempa menguncang Lumajang kemarin (10/4) kakak iparnya, Ahmad Amin meninggal di depan matanya.
Hingga akhirnya guncangan gempa merobohkan sebagian bangunan toko lantai dua milik saudaranya.
"Langsung bres dari atas itu tembok rontok," ujarnya.
Maratih menjelaskan dua2 orang lain yang tertimpa kanopi dan tembok yakni Siti Aisyah dan Firmansyah.
Terlihat setelah tertimpa tembok dan kanopi hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur.
Mereka terlihat menahan nyeri di badannya.
"Cucu tangannya sebelah kanan luka, kalau anaknya kepala sama dadanya sakit kena batu bangunan," terangnya.
Sementara, duka juga dirasakan oleh Nurisyah, istri Ahmad Amin.
Saat ditemui, ia tak bisa banyak cerita. Yang terlihat setiap kali ada pelayat datang ke rumahnya,
berulang kali Nurisyah meneteskan air mata.
"Sudah ikhlas saja, memang sudah jalannya," pungkasnya.
Peristiwa tragis terjadi di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.
Akibat gempa kemarin kecamatan ini merupakan wilayah yang paling terdampak.
Terpantau di sekitaran lokasi banyak rumah warga yang roboh.
Bahkan, ada beberapa ada rumah yang sudah rata dengan tanah.
Tautan: Surya.co.id
https://surabaya.tribunnews.com/2021/04/11/kisah-pilu-korban-gempa-lumajang-maratih-saksikan-kakak-ipar-meninggal-di-hadapannya?page=all