Gempa Lumajang
Cerita Pilu Maratih, Saksikan Saudaranya Tewas saat Gempa Guncang Lumajang: Abah Langsung Meninggal
Saat gempa menguncang Lumajang kemarin (10/4) kakak iparnya, Ahmad Amin meninggal di depan matanya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Cerita pilu, sedih dan duka di balik tragedi gempa di Lumajang, Jawa Timur.
Kesedihan terlihat pada raut wajah Maratih.
Maratih menyaksikan ketika saudara iparnya dijemput ajal.
Saat gempa menguncang Lumajang kemarin (10/4) kakak iparnya, Ahmad Amin meninggal di depan matanya.

Maratih menceritakan saat gempa terjadi,
Ahmad sedang bersama dua orang anaknya dan 1 cucunya menjaga toko, di samping rumahnya.
Mendadak, gempa terjadi sekitar pukul 14.00 hari itu.
Menyadari itu, mereka berusaha menyelamatkan diri keluar dari dalam toko.
Tapi saat mereka hendak menyelamatkan diri, langkah kaki mereka terhambat barang-barang toko yang jauh berserakan di lantai.
Dan nahas, ketika mereka hendak melewati pintu rolling door toko,
ketiga orang tertimpa kanopi dan tembok dari bangunan lantai dua.
Sedangkan seorang lainnya berhasil lolos.
"Kalau Abah Ahmad langsung meninggal," kata Maratih.
Aisyah mengatakan, saat gempa terjadi mulanya guncangan datang secara pelan-pelan.
Sekitar hitungan ke 10 detik lebih, guncangan gempa terasa semakin kuat.
