Grand Luley Manado
Grand Luley Manado Launching Mangrove Edu-Fun, Upaya Pengendalian Perubahan Iklim
Belajar ekosistem mangrove sejak dini, upaya pengendalian perubahan iklim untuk masa depan
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Belajar ekosistem mangrove sejak dini, upaya pengendalian perubahan iklim untuk masa depan.
Keberadaan hutan mangrove sangat penting, sebagai ekosistem pesisir, bukan hanya berkontribusi lokal tetapi juga menjadi paru-paru dunia.
Pohon mangrove tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur, ditemukan pada pantai-pantai teluk yang dangkal, estuaria, delta, dan pada daerah pantai terlindung.
Baca juga: Bank SulutGo Dapat Kepercayaan Pemkab Bolsel, Kasda Online Kelola Dana BOS SD dan SMP se-Bolsel
Baca juga: Mahasiswi Cantik Asal Tondano Isabella Lensun Ajak Masyarakat Jaga Destinasi Wisata
Baca juga: Inggris Berduka, Pangeran Philip Suami Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia di Usia 99 Tahun
Mangrove berperan sebagai pelindung pantai dari erosi dan abrasi, intrusi air laut, melindungi terpaan gelombang dan badai,
mangrove juga tempat nursery ground berbagai satwa seperti udang, kepiting,
burung, bahkan zat hijau daun tanaman mangrove sebagai penyerap karbon CO2
sehingga memitigasi perubahan iklim.
Dengan demikian mangrove dikenal sebagai pengendali ekosistem utama di wilayah pesisir.
Di era milenial saat ini, hutan mangrove telah menjadi destinasi wisata dan penggerak perekonomian serta menjadi penyumbang kas daerah dari kunjungan wisatawan.
Sadar dengan keberadaan dan pentingnya peran hutan mengrove, Grand Luley Manado melaksanakan launching kegiatan yang bertajuk Mangrove Edu Fun pada hari Jumat (9/4/2021)
Baca juga: IPDN 2021 Resmi Dibuka, Terbuka Kesempatan Bagi Anda, Berikut Syarat hingga Tahapan Seleksinya
Baca juga: Pelaku Usaha Perhotelan dan Event Organizer di Manado Keberatan PP Royalti Lagu
Baca juga: Sebelum Ditangkap Terduga Teroris Ajak Temannya Salat Jumat Ditempat Jauh
Dengan mengusung tema “Belajar Ekosistem Mangrove Sejak Dini, Upaya Pengendalian Perubahan Iklim Untuk Masa Depan”.
Di mana dalam kegiatan tersebut para peserta yang terdiri dari anak–anak SD di Kelurahan Tongkaina, mengikuti pelatihan pengenalan ekosistem mangrove.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyelamatan lingkungan yang ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini.
Acara peluncuran Mangrove Edu Fun dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal KSDAE-
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan - Bapak Wiratno.
Baca juga: Di Mata Najwa, Peneliti Teroris UI Dicurigai, Niat Bela Munarman yang Dicecar Soal Baiat ISIS
Baca juga: Kisah Cinta Bu Tien & Pak Harto, Dari Berkenalan Sampai Mereka Berjodoh
Didampingi oleh Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi Kementerian LHK - Bapak Nandang Prihadi, Plh.
Turut hadir pula Brigjen TNI Prince Meyer Putong selaku Komandan Korem 131/Santiago dan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) VIII Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Wayan Ariwijaya.
Direktur Kawasan Konservasi Kementerian LHK - Ratna Hendratmoko, Kepala Balai
Taman Nasional Bunaken - Genman S Hasibuan.
Dalam kesempatan acara launching Mangrove Edu Fun ini, Dirjen KSDAE sekaligus menyampaikan piagam penghargaan kepada 23 orang.
Baca juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi 4-6 Meter dari BMKG: Diminta Kewaspadaan Masyarakat, Ini Lokasinya
Baca juga: Moeldoko: Saya Dapat Informasi Setiap Tahun Yayasan Harapan Kita Mensubsidi Rp 40-50 Miliar
Mereka adalah para pejuang konservasi yang telah berperan aktif dalam upaya-upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bunaken dan di Provinsi Sulawesi Utara yang terdiri unsur mitra Pemerintah, akademisi, lembaga swasta serta masyarakat.
Piagam penghargaan tersebut bertujuan untuk memelihara semangat dan daya juang.
Diharapkan semua lini agar berperan aktif terhadap keseluruhan upaya-upaya konservasi dan penyelamatan lingkungan hidup di sekitarnya.
"Di samping itu dengan apresiasi yang diberikan ini juga dapat menggugah semangat masyarakat untuk mengambil, bagian dalam upaya-upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bunaken di masa yang akan datang," ujar Wiratno.
Baca juga: ASN Tomohon Bakal Terima THR, Pemkot Siapkan Rp 12 Miliar
Baca juga: Cerita Marcell Siahaan Tiga Kali Ganti Agama, Kini Temukan Kenyamanan Jadi Mualaf
Dalam sambutannya, General Manager Grand Luley Manado Ariestra Prasetio Murtiono mengatakan, sedari awal perusahaan kami PT Pandu Harapan Nusa (Grand Luley Manado) memiliki nilai bahwa kita berhutang pada alam,
"Dan karenanya kita harus melaksanakan pengembalian pada alam, untuk memastikan keberadaannya terjaga untuk generasi berikutnya," ujarnya
Kata dia, ini tentu berbeda dengan pola pikir pada umumnya yang menganggap kita harus memberikan sumbangan pada alam atau kita harus melakukan tanggung jawab sosial perusahaan kepada alam.
"Bagi kami, ini adalah kewajiban. Seperti hutang yang harus dikembalikan dan dibayarkan," ucapnya.
Ini tentu menuntut tingkat kesadaran dan pemahaman yang baik dan mengubah pola pikir.
Untuk itulah kegiatan launching Mangrove Education With Fun atau yang kami populerkan dengan Mangrove Edu Fun terlaksana.
Kegiatan seperti ini dilaksanakan serangkaian mengisi hari libur sekolah.
Ke depannya akan terus dirancang sehingga para generasi muda akan lebih paham arti penting dari lingkungan.
Kedepannya dengan pengenalan sejak dini terhadap pentingnya hutan mangrove dalam pengendalian perubahan iklim, diharapkan mampu menciptakan generasi pemula dan milenial yang lebih tanggap dalam melestarikan hutan mangrove, dekat dengan alam serta memahami dan mengerti usaha-usaha pelestarian alam dan manfaatnya.
"Beruntung sekali kami selama ini didampingi dan dibimbing oleh Balai Taman Nasional Bunaken, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, untuk turut mewujudkannya,” ujar General Manager Grand Luley Manado menutup pembicaraannya. (GJT)
YOUTUBE TRIBUN MANADO
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/grand-luley-manado-launching-mangrove-edu-fun.jpg)