Breaking News:

Grand Luley Manado

23 Orang Pejuang Konservasi Terima Penghargaan dari KSDAE, Wiratno: Semua Lini Berperan Aktif

Sebanyak 23 orang menerima piagam penghargaan dalam acara launching Mangrove Edu Fun.

Grified Talumedun
Sebanyak 23 orang menerima piagam penghargaan dalam acara launching Mangrove Edu Fun. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 23 orang menerima piagam penghargaan dalam acara launching Mangrove Edu Fun.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE) Wiratno,

bertempat di Grand Luley Hotel, Tongkaina, Kota Manado, Sulawesi Utara, (Jumat (9/4/2021).

23 orang tersebut ialah para pejuang konservasi yang telah berperan aktif dalam upaya-upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bunaken dan di Provinsi Sulawesi Utara.

Baca juga: Sambut Bulan Ramadan, Personel Polsek Beo Gelar Bersih-bersih Masjid di Beo

Baca juga: Grand Luley Manado Launching Mangrove Edu-Fun, Upaya Pengendalian Perubahan Iklim

Baca juga: Pangeran Philip Bangsawan Asal Yunani, Suami Ratu Elizabeth II Meninggal Usia 99 Tahun

Mereka terdiri unsur mitra Pemerintah, akademisi, lembaga swasta serta masyarakat.

Piagam penghargaan tersebut bertujuan untuk memelihara semangat dan daya juang.

"Diharapkan semua lini agar berperan aktif terhadap keseluruhan upaya-upaya konservasi dan penyelamatan lingkungan hidup disekitarnya," ucap Wiratno.

Sebanyak 23 orang menerima piagam penghargaan dalam acara launching Mangrove Edu Fun.
Sebanyak 23 orang menerima piagam penghargaan dalam acara launching Mangrove Edu Fun. (Grified Talumedun)

Baca juga: Sebelum Ditangkap Terduga Teroris Ajak Temannya Salat Jumat Ditempat Jauh

Baca juga: Bank SulutGo Dapat Kepercayaan Pemkab Bolsel, Kasda Online Kelola Dana BOS SD dan SMP se-Bolsel

Baca juga: Di Mata Najwa, Peneliti Teroris UI Dicurigai, Niat Bela Munarman yang Dicecar Soal Baiat ISIS

Dengan apresiasi yang diberikan tersebut juga dapat menggugah semangat masyarakat untuk mengambil bagian

dalam upaya-upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bunaken di masa yang akan datang.

Sebelumnya Grand Luley Manado melauncing Program Mangrove Edu-Fun yang bertemakan Belajar Ekosistem Mangrove Sejak Dini, Upaya Pengendalian Perubahan Iklim Untuk Masa depan.

Baca juga: Dulu Desa Tambang kini Desa Lihunu Kini Jadi Desa Wisata, Pulau Bangka Likupang Sambut KEK

Baca juga: Bank SulutGo Dapat Kepercayaan Pemkab Bolsel, Kasda Online Kelola Dana BOS SD dan SMP se-Bolsel

Baca juga: Di Mata Najwa, Peneliti Teroris UI Dicurigai, Niat Bela Munarman yang Dicecar Soal Baiat ISIS

Hal ini didasari dengan pentingnya Mangrove sebagai pelindung pantai dari erosi dan abrasi, intrusi air laut,

melindungi terpaan gelombang dan badai, mangrove juga tempat nursery ground berbagai satwa seperti udang,

kepiting, burung, bahkan zat hijau daun tanaman mangrove sebagai penyerap karbon CO2 sehingga memitigasi perubahan iklim.

Dengan demikian mangrove dikenal sebagai pengendali ekosistem utama di wilayah pesisir. (GJT)

Baca juga: Mahasiswi Cantik Asal Tondano Isabella Lensun Ajak Masyarakat Jaga Destinasi Wisata

Baca juga: Disdik Bolsel Ubah Mekanisme Transaksi ke Program Gerakan Non Tunai

Baca juga: Kunci Chord Gitar To The Bone - Pamungkas - Lirik: Take Me Home Im Fallin

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Penulis: Gryfid Talumedun
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved