News
Cerita Istri Terduga Teroris, Terpaksa Cari Kerja Untuk Bayar Hutang Suami Yang Ditangkap Densus 88
Penangkapan terduga teroris yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror Polri memang membuat warga menjadi tenang.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penangkapan terduga teroris yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror Polri memang membuat warga menjadi tenang.
Karena situasi bisa menjadi aman dari teror.
Namun berbeda yang terjadi dan dirasakan oleh keluarga terduga teroris yang ditangkap.
Baca juga: Alpin Andrian Tak Terbukti Lakukan Percobaan Pembunuhan Berencana, Divonis Hakim 4 Tahun Penjara
Baca juga: Masih Ingat Alpin Andrian? Pelaku Penikaman Syekh Ali Jaber, Dia Sudah Divonis 4 Tahun Penjara
Baca juga: Masih Ingat Fredy Guarin? Eks Pemain Inter Milan, Dia Ditangkap Polisi, Lakukan Ini Kepada Ayahnya
Merasa kesepian dan sangat kehilangan.
Seperti yang dirasakan Siti Asiah (25), istri BS terduga teroris di Kampung Limbangan, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Siti kebingungan setelah suaminya ditangkap Densus 88 Antiteror Polri karena diduga terlibat terorisme.
Kepada Tribunjabar.id, Ai (sapaan karibnya) mengatakan, dirinya akan mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga bayar cicilan utang suaminya ke sebuah Bank.
"Saya akan cari kerja soalnya saya kan punya utang ke bank, kalau suami saya gak kerja siapa yang bayar, kerja ke garmen," ujarnya via telepon, Rabu (31/3/2021).
Ia menyebut, utang suaminya ke bank masih 1,5 tahun dengan cicilan sebesar Rp 1,5 juta perbulan.
"Masih lama utangnya, kerja buat nutupin utang, utang suami di Jakarta.
Sebelumnya suami punya utang ke bank yang kaya kartu kredit gitu, untuk nutupin ngutang lagi ke bank di Sukabumi. Ada sekitar 1,5 tahun, sebulan 1,5 juta setorannya," jelasnya.
Ia berharap suaminya dibebaskan karena ia mengaku tidak mengetahui suaminya di Jakarta melakukan hal tersebut.
"Iya harapannya dibebaskan aja, soalnya kan saya tidak tahu suami kelakuannya kaya gitu.
Tahunya suami sebagai driver, suami di Jakarta tinggal di rumah orang tuanya di Tanjung Priuk," ucapnya.
Penggeledahan Densus 88